Pernah nggak sih kalian-kalian tergoda untuk melontarkan pertanyaan super duper bodoh itu? Kalau lagi suntuk dan eneg - seperti hari ini - pertanyaan itu terngiang2 di telinga saya.
Hari ini saya hampir menyerah. Rasanya kemajuan saya dari hari ke hari hanya satu dua centimeter, sementara ekspektasi saya adalah satu dua kilometer. Pun di detik ini, masih ada satu technical problem yang saya belum saya temukan solusinya. Dan pada saat2 seperti ini, rasanya umpatan-umpatan itu sudah penuh di mulut, tinggal dimuntahkan saja :) Mengumpat ke siapa? Ke diri sendiri tentu saja, merutuki diri sendiri : "Kamu ternyata cuma segitu doang!!"
Oh well, mengeluh tidak ada gunanya bukan. Saya harus menghadapinya. Seperti saya pernah bilang, it's my choice, jadi harus saya hadapi.
Tapi aduh, godaan untuk mengeluh dan menyerah itu besar sekali. Cuma satu yang harus saya tanamkan di kepala, saya bisa, saya bisa, saya bisa.
Aduh, mana sih yang mo bawain panera bread, tapi gak dateng2 juga :( Dah laper neh :(
Yaaa, beginilah kalo lagi stress ...
Hari ini saya hampir menyerah. Rasanya kemajuan saya dari hari ke hari hanya satu dua centimeter, sementara ekspektasi saya adalah satu dua kilometer. Pun di detik ini, masih ada satu technical problem yang saya belum saya temukan solusinya. Dan pada saat2 seperti ini, rasanya umpatan-umpatan itu sudah penuh di mulut, tinggal dimuntahkan saja :) Mengumpat ke siapa? Ke diri sendiri tentu saja, merutuki diri sendiri : "Kamu ternyata cuma segitu doang!!"
Oh well, mengeluh tidak ada gunanya bukan. Saya harus menghadapinya. Seperti saya pernah bilang, it's my choice, jadi harus saya hadapi.
Tapi aduh, godaan untuk mengeluh dan menyerah itu besar sekali. Cuma satu yang harus saya tanamkan di kepala, saya bisa, saya bisa, saya bisa.
Aduh, mana sih yang mo bawain panera bread, tapi gak dateng2 juga :( Dah laper neh :(
Yaaa, beginilah kalo lagi stress ...
Comments