Skip to main content

Pittsburgh sore ini

Pittsburgh sore ini menyenangkan sekali! Summer sudah di penghujung, bahkan mungkin sudah mulai berlalu sejak minggu yang lalu. Tapi cuaca hari ini benar-benar tepat untuk bercanda ria di udara terbuka.

Pagi yang dingin tiba-tiba menguap digantikan dengan udara yang hangat. Cuaca yang cerah membuat semua orang bersemangat. Trotoar Oakland penuh dengan mahasiswa yang berjalan kian kemari. Jadi teringat riuh rendahnya boulevard di depan lapangan tenis (tentu saja di ITB :))

Dan sore ini, tentu saja udara menjadi lebih sejuk. Sekarang, dengan tak sabar saya menunggu teman yang menjemput saya. Kami akan ke Southside Works. Sebuah daerah pertokoan yang ramah dan nyaman. Tempat favorit saya di sana adalah sebuah ruang terbuka di pelataran Cheese Cake Factory. Ada air mancur kecil, well, mungkin lebih tepat disebut sebagai pancuran, yang menyembur dari lantai. Di sana, anak-anak kecil selalu bercanda ria bermain air. Dan saya bisa lupa waktu, walaupun hanya sekedar duduk di bangku mengamati anak-anak itu bermain air.

Comments

Anonymous said…
dunianya beda bangeed bu sama dunia saya...
sepertinya dunia ibu satu ini ke depannya full of joy deh...
ga kurang suatu apapun..
beda bangeed ma aku yang masih bingung besok makan apa.. hiks
Anonymous said…
huaaaaa... cheesecake factory is YUMMMMM..!!!!
redwhitebride said…
hello, mit. kapan main ke philly? hihihihi :-)
Anonymous said…
pittsburgh, kota kecil tp kekna menyenangkan yah. ada universitas yg fakultas komunikasinya terkenal banget, itu apa namanya?

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...