Skip to main content

Posts

Lagi-lagi pilihan

Sekali lagi, pilihan ada di depan saya. Dan saya merasa bahwa saya benar-benar sendirian. I am on my own. Orang tua dan keluarga saya ada ribuan kilometer di belahan dunia yang lain. Suami/pacar saya nggak punya. Sahabat, ya, ada beberapa sahabat saya. Tapi somehow saya merasa sendirian dalam membuat keputusan. Dan saya takut. Ingin rasanya pulang ke rumah, merebahkan badan ke kasur yang empuk dan terbangun karena obrolan-obrolan orang tua saya di ruang tengah. Ingin rasanya saya bisa pulang, menghirup secangkir kopi bersama adik dan sepupu-sepupu saya, bertukar pikiran tentang semua konsekuensi dari pilihan yang harus saya ambil. Ingin rasanya melarikan diri ke gereja Kotabaru. Walaupun hanya duduk diam, memohon restu pada Dia yang memberi saya hidup. Tapi toh semua cuma keinginan :) Keputusan saya lah yang membawa saya kemari, sendiri menjejakkan kaki di kota ini. Jadi, ini adalah konsekuensi dari pilihan saya sebelumnya. Tuhan, saya cuma minta supaya Engkau menjaga saya. Supaya saya...

Seorang laki-laki dalam sepi

Namanya Ben, seorang pria 50 tahunan yang tinggal segedung denganku. Penampilannya agak nyentrik dan berbeda - pirang, agak bungkuk, dan terkesan kurang sehat. Aku sering bertemu dengannya di lobby apartment, sekedar say "hi". Dia biasanya mengajak ngobrol orang2 yang bertemu dengannya. Aku tak pernah melihatnya bersama orang lain. Tampaknya dia hidup sendiri dan tidak memiliki banyak teman. Beberapa hari yang lalu, aku dan temanku baru saja pulang, ketika kami bertemu dengannya di lobby. Dia duduk di sofa, wajahnya lebih pucat dari biasanya. Dia berusaha mengajak kami mengobrol, tapi apa yang diucapkannya lebih mirip gumaman tak jelas. Dia berkata bahwa dia baru saja pulang dari rumah sakit karena ia jatuh tak sadar di apartmentnya. Dia berkata dia perlu menyeberang jalan untuk pergi ke convenience store, tapi dia kuatir bahwa dia akan jatuh. Bahkan untuk berdiri dari sofa pun dia gemetaran. Akhirnya teman saya menemaninya kembali ke apartment, karena kami khawatir dia akan ...

Whatsup lately?

Not much :) Tapi omong2 gw lama nggak nulis. Nah, gw cerita aja tentang 2 "anak" gw. Sejak gw pindah ke Centre Ave, gw jadi "single mother" dengan 2 "anak" :p, si kurus dan si gemuk. Resminya mereka adalah temen2 kerja gw, sesama anak Informatika ITB yang terdampar di Pittsburgh. Si sulung alias si kurus tidak terlalu merepotkan. Mungkin dia tidak terlalu merepotkan karena tidak suka makan ya :p Saking kurusnya, dulu gw lebih kenal nama panggilan dia "skeleton" dibanding nama aslinya :p *piss man :p*. Si kurus ini sukanya programming dan nyela gw (baca: melakukan mental abuse terhadap seniornya ini) sebagai balas dendam karena dulu gw katanya senior paling kejam waktu nge-os dia. Si kurus ini lumayan pinter masak, jadi kalo lagi males masak gw bisa nodong masakannya. Tapi ati2 kalo masak di depan dia, gak perfect dikit aja, dia bisa ngomel2 panjang lebar. Capeee deh :p Nah, yang nomer dua alias si gendut ini, yang bikin gara2 dan bikin panggilan ...

God believer

Rasanya gw berhutang sama seorang teman. Sekian lama saling menghilang, tiba2 ia muncul di dunia maya dan memberi testimony yang terlalu tinggi buat saya. He called me a true good believer. Oh man, I suddenly got a guilty feeling when I read his testimony. Hidup gw kayak roller coaster. Kadang di atas, saat gw merasa bisa melakukan apa pun yang gw mau, abis itu terjun bebas dan gw gak bisa ngapa2in, cuman njerit dan berharap semua segera berubah. Di roller coaster itu, kita nggak bisa ngapa2in selain percaya bahwa semuanya berjalan dengan baik dan nggak ada yang salah, thus kita akan baik2 aja. Yang bikin gw guilty feeling, gw ngerasa hidup gw jauh dari gambaran yang diberikan temen gw, terutama belakangan ini. Gw apatis, gw sering maki2 Tuhan. Gw - b u k a n - a true God believer. Tadi gw baca e-mail dari seorang kawan, dia bilang gini tentang katolikisme - Harus kuat dalam religiositas, berwawasan luas, pinter berargumen (nulis, etc), dan tidak boleh tinggal dalam menara gading. Gw ...

Just bla bla bla ...

People come and you in our life. Sometimes they walk together with us for a long time, sometimes they just meet us in a single junction. They bring a lot of flavor in our life, from happiness to sadness, from emptiness to joy. No matter what flavor they bring, there is always lessons and experiences within it. When they leave, the lessons remain. Now I am trying to digest another important lesson.

My brother and I

A souvenir from last holiday. Thanks buat Dik Ilud n Mas Yoyok, finally I have a pic with my younger and only one brother.

Thanks to u guys ...

One of my very best friends sering pake quote ini : "I can accept a failure, everybody fails at something. But I can not accept not trying" . Katanya sih itu quotenya Michael Jordan, hehehe. Kata2 itu yang sering menyemangati gw dari dulu sampe sekarang. Dulu, waktu masih di Jkt, saya paling sering ngerepoti sobat yang satu ini. Bukan masalah anter jemput lho ya (gw super mandiri buat urusan itu ;)), tapi he is always be a recycle bin buat semua masalah, mulai dari yang penting dan menyangkut masa depan :p, sampe masalah2 super nggak penting kayak fling2 sama cowok2 yang sering nggak disetujui olehnya, hehehe. I should admit that dalam masalah mellow yellow, saya nggak semandiri dalam urusan belajar, karir, atau kelayapan ke segala penjuru Jakarta ;) Waktu pindah ke US, salah satu kehilangan terbesar adalah susah ngontak dia (dan juga beberapa temen laen) kalo butuh curhat2 yang nggak penting. Untunglah ada 2 sahabat yang laen yang kebetulan sama2 pindah ke US, lumayan ada ...
Dan waktu itu pun lewat ... Hilang tak berbekas ... Hanya meninggalkan jejak samar ... Tak berbayang ... For the little happy warm feeling you left in my heart

Phone interview

Kemarin saya phone interview dalam rangka job hunting. Phone interview adalah hal yang baru bagi saya. Metode rekrutmen ini baru saya ketahui setelah saya di US. Waktu di Jakarta dulu, kalau job hunting ya selalu on-site interview. Malahan dulu pernah waktu saya interview di sebuah instansi pemerintah, ada teman sesama kandidat yang bela-belain datang dari Singapura ke Jakarta untuk interview, dan itu tidak cuma sekali :)! Berbeda dengan jika kita berhadapan langsung dengan interviewer, menurut saya phone interview itu "unik". Kita dituntut untuk bisa memberi penjelasan verbal yang mudah dipahami oleh si interviewer yang ada di ujung telpon di sana, semata-mata verbal, karena tentu saja kita tidak bisa menggunakan ekspresi muka, gerakan tangan, atau membuat diagram :) To my experience, rasanya seperti kalau kamu harus membantu seorang klien yang bermasalah yang menghubungi kita melalui telepon. Nah, karena sifatnya yang unik itu, saya pribadi merasa perlu persiapan khusus ka...

Pindahan

Gw pindah apartment, dari kawasan Squirrell Hill yang tenang-cozy ke Centre Ave yang relatif lebih hiruk pikuk and not so cozy, tapi gw nggak perlu jalan 4 sampai 5 blok untuk ke halte bus. Apartment gw yang baru lebih layak disebut sebagai "kamar kost", but in general cukup nyaman buat gw. Sebuah kamar berukuran 3.5m x 3.5m plus kamar mandi dalam. Tidak ada dapur terpisah, tapi sebagai gantinya ada microwave, tempat cuci piring, dan meja kecil yang (moga2) cukup untuk meletakkan kompor listrik kecil :D Nggak jauh beda lah dari kost lama gw di Setiabudi, hehehe. Nggak ada AC kayak di apartment lama, jadi sekarang gw harus puas dengan kipas angin yang berputar-putar di langit-langit kamar gw. Nggak ada internet dan tv cable lagi, gw harus puas dengan wireless gratisan dari apartment dan tv local. Itung2 ngebiasain diri hidup sederhana (karena terpaksa) dan mengeluarkan kreativitas2 gw seperti - gimana caranya gw bisa konek internet dengan wireless gratisan yang on and off itu...

Back to Pittsburgh: Craving Indonesian Food

Setelah hampir 3 minggu lamanya menjadi budak perut, bangun dengan mata mengantuk lalu membuka tudung saji, makan minimal 3x sehari (kadang bisa sampe 4 atau 5x :p), dan tidak berhenti ngemil, dan tidur dengan perasaan bersalah karena kekenyangan, sekarang saatnya back to reality! Bahwasanya liburan adalah liburan, dan 3 minggu di rumah adalah surga, dan Indonesian food is the best. Tapi kenyataan berbicara lain sekarang, hehehe. Kembali ke Pittsburgh berarti kembali ke kenyataan bahwa kalau mau makan ya harus masak dulu (nggak sekedar buka tudung saji), berharap makan gurame goreng, bakar manis, atau acar kuning adalah mimpi di siang bolong, dan masakan yang paling mirip dengan masakan di indo adalah java fried rice nya Spice Island. Guess what, nasi goreng yang selama ini saya santap dengan penuh semangat itu pun sekarang berasa tidak karuan (buktinya sudah 3 hari masih bersisa di kulkas). Walah .... Ya ya ya, inilah sindroma orang yang baru pulang kampung. Craving makanan rumah. Mul...

Resensi Buku : Christ The Lord: Out of Egypt

Judul Asli & Terjemahan : Christ The Lord: Out of Egypt / Kristus Tuhan : Meninggalkan Mesir Pengarang : Anne Rice Penerbit : Gramedia, 2006 Tebal : 387 halaman Gw secara tidak sengaja memilih buku ini menjadi bacaan gw selama liburan di rumah. Buku ini pertama kali disodorkan oleh bokap gw, yang memang demen membaca – termasuk membaca buku-buku bacaan rohani. Reaksi pertama gw: males. Gw sedang tidak tertarik membaca bacaan rohani (baca: berat). Akhirnya buku ini gw baca juga waktu mulai kehabisan bacaan dan bosan makan tidur di rumah :p. Tidak seperti prasangka gw semula, buku ini sangat menghibur, jauh dari kesan berat dan menggurui. Konon menurut Kitab Suci, kelahiran Yesus telah diramalkan oleh para nabi melalui kisah-kisah Perjanjian Lama. Nabi Yesaya dalam kitabnya berkata: “Seorang anak telah lahir untuk kita. Lambang pemerintahan ada di bahunya. Dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, raja damai.” Kelahiran Yesus di Bethlehem a...

Home - Chris Daughtry

Been lazy these days, but wanna sing a song :) Yeah, I'm going home. I'm staring out into the night, Trying to hide the pain. I'm going to the place where love And feeling good don't ever cost a thing. And the pain you feel's a different kind of pain. I'm going home, Back to the place where I belong, And where your love has always been enough for me. I'm not running from. No, I think you got me all wrong. I don't regret this life I chose for me. But these places and these faces are getting old So I'm going home. Well I'm going home. The miles are getting longer, it seems, The closer I get to you. I've not always been the best man or friend for you. But your love, remains true. And I don't know why. You always seem to give me another try. So I'm going home, Back to the place where I belong, And where your love has always been enough for me. I'm not running from. No, I think you got me all wrong. I don't regret this life I chose...

Apology

I was one a devout Catholic. I am still Catholic, but not sure that I am still a devout one. I was grown up in Catholic communities, started my education in a Catholic school, befriends with lots of Catholic friends. I had all my faith in Catholic, and I still do, though I am not sure I am a strong one. I admire Ignatius Loyola and his Jesuits. With different approach, they 'conquered' the world. That's why one day I posted this text - Prinsip dan Dasar . That's why I would like to share it, because I think the message is universal, not merely for Catholics or Christians. But I might be wrong. Maybe I should not. So, if anyone get offended, please accept my apology.

Heaven or Hell

What a provocative brochure! Even more when you read the first sentence: Are you going to heaven or to hell? A friend of mine got this brochure a couple days ago, he brought it to office and give it to me. When I first saw this brochure, I could not understand that some people even in this country still do that kind of things, try to persuade others to join their religious community with that approach. I forgot this brochure until today I click CNN website and found this interview - the inhuman illogical explanation from Abu Dujana, one of the recently captured Jamaah Islamiyah activist in Indonesia. With his continuing smile during the interview, he coldly explain why westerners became legitimate targets merely because they are affiliated to some countries that from his point of view are the enemies of Moslem. He didn't have a single bit of sympathy for the victims of terorism in 911 attacks, yet he is willing to sacrifise his own family for the sake of building the Moslem Syaria...

Daniel Bedingfield - If you're not the one

Nyanyi yook :) f you're not the one then why does my soul feel glad today? If you're not the one then why does my hand fit yours this way? If you are not mine then why does your heart return my call If you are not mine would I have the strength to stand at all I never know what the future brings But I know you are here with me now We'll make it through And I hope you are the one I share my life with I don't want to run away but I can't take it, I don't understand If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am? Is there any way that I can stay in your arms? If I don't need you then why am I crying on my bed? If I don't need you then why does your name resound in my head? If you're not for me then why does this distance maim my life? If you're not for me then why do I dream of you as my wife? I don't know why you're so far away But I know that this much is true We'll make it through And I hope you are the one I sha...

Mau jadi apa kalo udah besar?

25 tahun yang lalu ... alias umur 4 taun Mau jadi apa kalau udah besar? Jadi dokter. Jadi bintang film. *maluuuuu banget pernah jawab begini, hahahaha :p* Mau sekolah ke Prancis, biar kayak Papa! 15 tahun yang lalu - abege Pengen sekolah di luar negeri. Sekolah apa? Nggak tau, hehehe ... Tahun 2000 itu kayaknya masih jauh. Aku pasti dah jadi wanita dewasa, penampilan OK, wanita karier, hahaha. 11 tahun yang lalu - kelas 3 SMA Mau sekolah ke Bandung! Kalau di Jogja kesannya ndompleng Mama Papa. Mau masuk IF (red: informatika), karena temen gw aja berani, masak gw gak bisa *alasan paling geuleuh kalo sekarang inget :p* 7 tahun yang lalu - fresh graduate Di Bandung - ternyata cita2 sekolah ke Bandung kesampean. Heh, gw masih aja kucel pake jeans, nggak kayak bayangan gw waktu kecil, hahaha. Mau jadi apa? Nggak tau, yang penting dapet kerja yang bagus! Mau sekolah lagi! Mau sekolah apa? Pokoknya sekolah lagi, jalan2 ke luar negeri :D 2 tahun yang lalu Yey, gw keterima di US. Cita2 masa k...

Talking bla bla bla

I think I really should start to write in English, although the taste will not be the same as if I write in Bahasa. Otherwise my English will not improving much :D *Walah, sadarnya baru setelah hampir 2 taun di US :p) Last week a hang out with friends of mine, starting with hang out in coffee shop, three of us was barely talking to each other since I faced our own laptop, doing our works. It ended up with a nice dinner in my friend's house. Since the weather was very nice, my friend setup a table in herbackyard, then we had dinner. As usual, after so many topics, we talked about relationship. We talked about our histories, how we faced it at that time, and how we see it differently now. It's amazing to see how most of us are blind when we were in an unhealthy relationship. We throw ourselves for our partner, doing anything to please him/her, and even sacrifise ourselves, and feeling pleased to do those (now I call them :)) stupid stuffs. It's funny yet stupid to see how we ...