Kok sepi ya? Celingak-celinguk, nggak ada orang. Oppss, udah jam 12.45, pantes aja sepi :p! Halo semua, senangnya bisa ngeblog lagi :) This is my first posting from a town that will be my home for at least another 2 years. Ya ya ya, saya baru saja bangun dari tidur selama 12 jam lebih, capek boo :) Teman seapartment saya entah sudah menghilang ke mana, dan karena saya belum punya kunci apartment, jadilah saya tidak bisa ke mana-mana. Untung laptopnya nyala, jadilah saya di sini, ngeblog :)
Perjalanan Jogja - Pittsburgh termasuk transit dan delay menghabiskan waktu 36 jam lebih, duh duh duh capeknya. (Halo kamu, sudah balik ke Jakarta? iya, itu jawabannya, ternyata bukan 16 jam seperti yang aku bilang :))
Tidak ada sesuatu yang menarik selama 36 jam itu (Eits, jangan bilang seni mengamatiku kurang ya :)!) Ya sudah, saya cerita tentang perjalanan itu.
Sore itu Papa, Mama, n Bu Nanik (baca: tante) mengantar saya ke Adisucipto. Tidak, tidak perlu ditunggu. Cukup di-drop di lobi, sedikit cium dan peluk sayang, lalu saya menghilang di tengah antrian orang. Penerbangan singkat selama satu jam membawa saya ke Jakarta. Sial, baru saja take off dari Jogja, pesawat sudah goyang-goyang menggoda perut saya. Sesampai di Jakarta, Pakde sudah menunggu di bandara (mungkin dia sedih, ponakannya yang nakal mau berangkat :p) Lalu satu per satu bermunculan lah adik dan beberapa sahabat saya. Thanks all, sudah mengantar saya.
Bagasi saya ternyata overweight :(! Namanya juga pergi untuk 2 tahun, ada-ada saja yang perlu saya bawa. Northwest airlines hanya memperbolehkan 1 tas dan 1 briefcase untuk dibawa ke kabin, jadi terpaksa ada satu tas tenteng yang saya tinggal. Itu pun saya masih harus nombok $135 untuk kelebihan bagasi saya, hiks hiks, mahal sekali. Jadi, maaf ya kalau kemarin saya tidak sempat ngobrol lebih lama dengan kalian, saya harus bongkar bagasi saya di check-in counter.
Flight to Changi was smooth, I arrived @ 01.00 in the morning. Melihat sofa empuk di ruang tunggu, saya langsung tergoda untuk tidur. Ternyata tidak semudah itu. Praktis saya cuma bisa tidur tidak lebih dari 2 jam. Jam 6.00 waktu Singapura saya take off, menuju Narita, Tokyo. Perjalanan selama 6 jam ternyata cukup membosankan, bolak balik saya menyibukkan diri untuk tidur, membaca, makan, dan berpikir pikir bagaimana caranya mengaktifkan monitor entertainment di depan saya. Baru dua jam terakhir akhirnya saya nonton Polar Express, hehehe. Keterlaluan memang :p Menjelang landing, mimpi buruk itu datang kembali : air sickness. It was a harsh landing, pesawat goyang-goyang tak karuan. Duduk di depan saya seorang ibu muda bersama anak perempuan berumur 3 tahun dan seorang bayi. Ternyata saya tidak lebih baik dari anak berumur 3 tahun, mabok juga saya gara-gara that damned air sickness :(
Saya cuma transit sekitar 1 jam di Narita, jadi tidak sempat putar-putar. Tapi sekilas, Narita masih kalah apik dibandingkan dengan Changi. Changi memang top. Dari 5 airport yang saya singgahi dalam perjalanan ini: Cengkareng, Changi, Narita, Detroit, dan Pittsburgh, Changi is the best. Paling menarik dan menyenangkan. Saya segera naik ke pesawat,untuk bergabung dengan penerbangan paling lama dalam perjalanan kali ini : Tokyo - Detroit, 12 jam penerbangan. Alamaaakk ... sudah pasti pegal-pegal lah itu. Walaupun maskapainya masih sama, tapi fasilitas entertainmentnya tidak sebagus perjalanan Singapura - Tokyo. Tidak ada film, cuma musik. Lalu pramugari-pramugarinya kok juga tidak semenarik Jakarta - Singapura dan Singapura - Tokyo ya? Bukan berarti mereka tidak ramah lho, tapi kalau biasa lihat pramugari SQ, atau Garuda lah, biasanya kan mereka disanggul rapi sekali, ini enggak. Rambutnya awul-awulan dijepit dengan jepit plastik sekedarnya. Hehehe ... Jadi sekarang, karena tidak bisa nonton film, agenda saya adalah mencoba tidur. Jam tidur saya tampaknya mulai ngaco karena perbedaan waktu itu. Bosan tidur, untunglah ada Sinchan yang menemani saya, hehe. Thank you ya CC, Sinchannya menemani saya dulu, baru ntar untuk Deweu :)
Sesampai di Detroit, bagasi saya tidak bisa langsung ditransfer ke Pittsburgh. Semua harus melalui pemeriksaan imigrasi. Saya sempat deg-degan, bisa lolos gak nih, karena saya bawa ragi tempe dan beberapa makanan titipan dosen dan teman saya di Pittsburgh. Fiuhhh, untungnya lolos, but I missed my fligth. Seharusnya saya naik pesawat jam 13.30 ke Pittsburgh, tapi karena lama antri di imigrasi, saya harus naik penerbangan berikutnya, which is @ 17.14, lalu ada delay sehingga akhirnya pesawat baru take off sekitar pukul 18.30. Oh great ... Duduk di ruang tunggu, mencoba mencari coffee shop di terminal - starbucksnya di terminal lain, kejauhan. Lalu lagi-lagi mencoba menggenapi tidur yang belum genap 8 jam sejak di Spore :p (cuma bisa tidur 20 menit), menikmati orang-orang yang lalu lalang, mencoba sms. Kenapa ya saya hanya bisa menghubungi nomer2 Indonesia dan gagal mengirim sms kepada teman2 yang di US? Kecapekan, akhirnya saya dengan sukses langsung tertidur ketika pesawat akhirnya membawa saya ke Pittsburgh (padahal cuma 30 menit penerbangan :)

Finally, welcome to Pittsburgh International Airport! Bandaranya tidak terlalu besar, tapi cukup menarik dan ramah. Setelah menunggu beberapa menit, saya dijemput Andi (teman kuliah saya dulu) dan 2 temannya. Thanks guys :) Akhirnyaa ... perjalanan ditutup dengan setangkup Arbys yang saya lahap karena kelaparan, hahaha.
Btw, saya teh males pisan mo poto2 :p Enggak fotogenik, hahaha. Jadi ini aku fotoin dapur apartmentku ajah ya :D Lihat, lengkap dengan saos sambal lampung, hehehe
Perjalanan Jogja - Pittsburgh termasuk transit dan delay menghabiskan waktu 36 jam lebih, duh duh duh capeknya. (Halo kamu, sudah balik ke Jakarta? iya, itu jawabannya, ternyata bukan 16 jam seperti yang aku bilang :))
Tidak ada sesuatu yang menarik selama 36 jam itu (Eits, jangan bilang seni mengamatiku kurang ya :)!) Ya sudah, saya cerita tentang perjalanan itu.
Sore itu Papa, Mama, n Bu Nanik (baca: tante) mengantar saya ke Adisucipto. Tidak, tidak perlu ditunggu. Cukup di-drop di lobi, sedikit cium dan peluk sayang, lalu saya menghilang di tengah antrian orang. Penerbangan singkat selama satu jam membawa saya ke Jakarta. Sial, baru saja take off dari Jogja, pesawat sudah goyang-goyang menggoda perut saya. Sesampai di Jakarta, Pakde sudah menunggu di bandara (mungkin dia sedih, ponakannya yang nakal mau berangkat :p) Lalu satu per satu bermunculan lah adik dan beberapa sahabat saya. Thanks all, sudah mengantar saya.
Bagasi saya ternyata overweight :(! Namanya juga pergi untuk 2 tahun, ada-ada saja yang perlu saya bawa. Northwest airlines hanya memperbolehkan 1 tas dan 1 briefcase untuk dibawa ke kabin, jadi terpaksa ada satu tas tenteng yang saya tinggal. Itu pun saya masih harus nombok $135 untuk kelebihan bagasi saya, hiks hiks, mahal sekali. Jadi, maaf ya kalau kemarin saya tidak sempat ngobrol lebih lama dengan kalian, saya harus bongkar bagasi saya di check-in counter.
Flight to Changi was smooth, I arrived @ 01.00 in the morning. Melihat sofa empuk di ruang tunggu, saya langsung tergoda untuk tidur. Ternyata tidak semudah itu. Praktis saya cuma bisa tidur tidak lebih dari 2 jam. Jam 6.00 waktu Singapura saya take off, menuju Narita, Tokyo. Perjalanan selama 6 jam ternyata cukup membosankan, bolak balik saya menyibukkan diri untuk tidur, membaca, makan, dan berpikir pikir bagaimana caranya mengaktifkan monitor entertainment di depan saya. Baru dua jam terakhir akhirnya saya nonton Polar Express, hehehe. Keterlaluan memang :p Menjelang landing, mimpi buruk itu datang kembali : air sickness. It was a harsh landing, pesawat goyang-goyang tak karuan. Duduk di depan saya seorang ibu muda bersama anak perempuan berumur 3 tahun dan seorang bayi. Ternyata saya tidak lebih baik dari anak berumur 3 tahun, mabok juga saya gara-gara that damned air sickness :(
Saya cuma transit sekitar 1 jam di Narita, jadi tidak sempat putar-putar. Tapi sekilas, Narita masih kalah apik dibandingkan dengan Changi. Changi memang top. Dari 5 airport yang saya singgahi dalam perjalanan ini: Cengkareng, Changi, Narita, Detroit, dan Pittsburgh, Changi is the best. Paling menarik dan menyenangkan. Saya segera naik ke pesawat,untuk bergabung dengan penerbangan paling lama dalam perjalanan kali ini : Tokyo - Detroit, 12 jam penerbangan. Alamaaakk ... sudah pasti pegal-pegal lah itu. Walaupun maskapainya masih sama, tapi fasilitas entertainmentnya tidak sebagus perjalanan Singapura - Tokyo. Tidak ada film, cuma musik. Lalu pramugari-pramugarinya kok juga tidak semenarik Jakarta - Singapura dan Singapura - Tokyo ya? Bukan berarti mereka tidak ramah lho, tapi kalau biasa lihat pramugari SQ, atau Garuda lah, biasanya kan mereka disanggul rapi sekali, ini enggak. Rambutnya awul-awulan dijepit dengan jepit plastik sekedarnya. Hehehe ... Jadi sekarang, karena tidak bisa nonton film, agenda saya adalah mencoba tidur. Jam tidur saya tampaknya mulai ngaco karena perbedaan waktu itu. Bosan tidur, untunglah ada Sinchan yang menemani saya, hehe. Thank you ya CC, Sinchannya menemani saya dulu, baru ntar untuk Deweu :)
Sesampai di Detroit, bagasi saya tidak bisa langsung ditransfer ke Pittsburgh. Semua harus melalui pemeriksaan imigrasi. Saya sempat deg-degan, bisa lolos gak nih, karena saya bawa ragi tempe dan beberapa makanan titipan dosen dan teman saya di Pittsburgh. Fiuhhh, untungnya lolos, but I missed my fligth. Seharusnya saya naik pesawat jam 13.30 ke Pittsburgh, tapi karena lama antri di imigrasi, saya harus naik penerbangan berikutnya, which is @ 17.14, lalu ada delay sehingga akhirnya pesawat baru take off sekitar pukul 18.30. Oh great ... Duduk di ruang tunggu, mencoba mencari coffee shop di terminal - starbucksnya di terminal lain, kejauhan. Lalu lagi-lagi mencoba menggenapi tidur yang belum genap 8 jam sejak di Spore :p (cuma bisa tidur 20 menit), menikmati orang-orang yang lalu lalang, mencoba sms. Kenapa ya saya hanya bisa menghubungi nomer2 Indonesia dan gagal mengirim sms kepada teman2 yang di US? Kecapekan, akhirnya saya dengan sukses langsung tertidur ketika pesawat akhirnya membawa saya ke Pittsburgh (padahal cuma 30 menit penerbangan :)

Finally, welcome to Pittsburgh International Airport! Bandaranya tidak terlalu besar, tapi cukup menarik dan ramah. Setelah menunggu beberapa menit, saya dijemput Andi (teman kuliah saya dulu) dan 2 temannya. Thanks guys :) Akhirnyaa ... perjalanan ditutup dengan setangkup Arbys yang saya lahap karena kelaparan, hahaha.
Btw, saya teh males pisan mo poto2 :p Enggak fotogenik, hahaha. Jadi ini aku fotoin dapur apartmentku ajah ya :D Lihat, lengkap dengan saos sambal lampung, hehehe
Comments
[url=http://www.c-c-metro.ru/21-2.php ] КАРТА МЕТРО СASH ! Настольные светильники ![/url]
[url=http://www.c-c-metro.ru/37-1.php ] метро кэш энд керри проспект мира ! Glorioso Crianza D.O. Ca Rioja ![/url]
[url=http://www.goldencards.ru/19-3.php ] МЕТРО МАГАЗИН В МОСКВА ОФОРМИТЬ КАРТУ !GRAF ![/url]
[url=http://www.goldencards.ru/23-4.php ] работа в Москве супермаркет metro !тиски ![/url]
[url=http://www.internet-prestige.ru/21-4.php ] metro доверенность на физическое лицо ! метро кеш энд керри каталог товаров ![/url]
[url=http://www.internet-prestige.ru/32-1.php ] вакансии в метро кэш энд керри в Москве ! цены в метро каталог ![/url]
[url=http://www.metro-carry.ru/23-4.php ] ЗАКАЗ КАРТОЧЕК КЛИЕНТА В МЕТРО ![/url]
[url=http://www.metro-carry.ru/16-8.php ] оформление карточки metro ![/url]
[url=http://www.metro-carry.ru/35-1.php ] соблюдение правил охраны труда в метро кеш энд керри ![/url]