Skip to main content

Penghujung minggu di Pittsburgh

Sudah hari Jumat, saya memutuskan untuk slowing down, tidak usah terlalu ngoyo hari ini , hehehe. Pembenaran dari rasa capek dan bosan dengan segala aktivitas kuliah dan kerja.

Waktu berlalu begitu cepat di sini, sekarang sudah Jumat. Hmm, saya tak sabar segera pulang. Memasak di apartment, makan es krim, meringkuk di kamar yang nyaman. Tapi masih ada meeting jam 4 nanti.

Saya menikmati sekali dua tiga hari terakhir di Minggu ini, banyak hal kecil yang me-recharge batere saya :) Terbangun di pagi hari karena sms kamu kemarin adalah salah satunya. Menerima first payment hari ini tentu saja bonus yang menyenangkan *tapi tetep gak cukup buat beli tiket ke situ :)*

Ah yaa, saya mendapat sahabat baru. Senang rasanya mendengarkan cerita sahabat baru yang sedang kasmaran. Bukan untuk melupakan kamu yang cerewet, kamu keukeuh, dan kamu yang selalu mendengarkan cerita saya. Tapi untuk memperluas lingkaran persahabatan, dan tentu saja menghemat ongkos telpon curhat ke LA, Paris, atau Jkt, hahaha. Jadi, walaupun saya jauh, jangan lupakan saya ya :)! Walaupun saya mungkin gak bisa bawel ngomelin kamu, atau nggak bisa nggangguin kamu tengah malam, atau nggak bisa nonton Jiffest bareng-bareng lagi :) *dan terutama untuk kamu yang disitu ... :)*

Happy weekend everyone :)!

Comments

andersonite said…
Telfon LA atau lokal Pitts mah sama aja atuh biayanya :-)
Mita said…
Lebih murah lagi kalo bisa telp 5 detik buat bilang : hey, telp apartment gw ya, mo curhat, hahaha :D, kidding :)
Anonymous said…
gajian, gajian, gajian.

makan makan, makan makan !!!
Anonymous said…
This comment has been removed by a blog administrator.

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...