Skip to main content

Rumah tua itu ...

To : Andreas, Mbak Lia, Hendro, Vita, Yozi, Bandung, Albert, dan Susan

Dear temans,

Masih ingat rumah tua dan besar milik nenekku, tempat kita retret beberapa tahun yang lalu? Eh, sudah berapa lama ya? Tahun 98? Barusan nyokap mengirim sms, katanya rumah itu ambruk karena gempa :( Semoga tidak benar-benar ambruk karena nyokap juga belum melihat langsung kerusakannya. Tapi yang jelas, rumah itu rusak sekarang.

Hiks, sedih mendengarnya. Aku selalu suka dengan rumah berhalaman luas. Masih ingat dengan pohon-pohon rindang di halaman rumah itu? Masih ingat dengan beranda di rumah itu? Masih ingat nggak ketika Vita memilih wc favoritnya :D ? Hahaha ...

Susan pernah bilang, "Mit, rumahnya jangan dijual, ntar saya beli kalau saya sudah kaya." Kalau nggak salah, Albert juga bilang hal senada. Sekarang, boro2 dijual, rumahnya rusak karena gempa. R u s a k, semoga bukan a m b r u k seperti kata nyokapku. Untunglah, penyewanya semua selamat.

Oh well, sekali lagi, deep condolescense buat semua warga Jogjakarta.

Comments

Anonymous said…
aduh.. ikut prihatin Mit...

Popular posts from this blog

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...

Cause we both know that expectation kills ...

A friend said, "You are going nowhere, until any of you have the guts to talk about what kind of relationship it is. Even if you both only want companionship, it should be discussed to avoid misunderstanding.Then it's just the matter of time until you both get exhausted." Too bad, I don't have the courage.