Skip to main content

What's in my bag?

Dapet lemparan dari yanti buat cerita apa aja yang ada di tasku :) Oh well, benernya biasa-biasa aja kok, hehehe



Sejak dari Jakarta, tas ini paling sering kubawa kemana-mana. Kecil tapi muat banyak, praktis buat dibawa-bawa, gak cepet kotor, n tahan air. Dulu temen-temen kostku sering nyela aku kalo dah dandan rapi buat ke gereja, tapi tas yang dibawa teteppp aja tas yang satu ini. Ternyata, biarpun dicela-cela, tas ini setia menemani sampai ke Pittsburgh lho :)

Lihat barang-barang bawaanku sehari-hari, dikit ya? Hehehe, jangan salah. Aku biasa bawa-bawa dua tas sekaligus, this one, and a backpack. Jadi kayak kura-kura yang bawa rumahnya kemana-mana. I don't want to, but I should bring my big laptop :(. Beraat.

Nah, sekarang, mo crita apa lagi neh? Standar aja kan ya bawaanku : dompet, flash disk, sisir, karet rambut, body mist, my nokia 3660, n yang enggak kepotret, kamera digital. Biar sewaktu-waktu bisa motret gitu :D

Dompetnya, still the same one. Dah hampir jebol gara2 kebanyakan koin. Ada yang mo beliin :D ? Flash disknya, masih yang lama juga, cuma 128. Sisir, karet rambut, n body mist : biar tomboy, ini perlengkapan standar, hahaha. My nokia 3660 ini juga dah lama setia nemenin aku. Saking setianya sering banget kebanting2, bener2 tahan banting. Last but not least, kamera digital, ini nih yang penting, biar sewaktu2 bisa motret kalo nemu momen or objek bagus :)

Nah, berhubung gak ada ide lagi, sekian dulu aja yaaa. Dan mo dilempar ke siapa? Hmmm, enggak dulu kali ya :)

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...