Skip to main content

He is just not into me, that's all.



Laki-laki brilliant dan super keras tapi sekaligus warm-hearted inside itu membuatku jatuh cinta dua tahun yang lalu.

Harusnya aku sadar sejak awal, dengan segala keragu-raguanmu yang membuat aku membeku malam itu. Harusnya kuputuskan saat itu juga untuk meninggalkanmu, tapi kupikir kamu hanya butuh waktu untuk menenangkan diri. Bodohnya, aku menunggumu.

Sebulan, dua bulan, akhirnya aku tahu tak hanya sekedar waktu yang engkau butuhkan. Ada yang lain yang menggoda benakmu. Aku memutuskan pergi dari kota yang riuh rendah itu. Pergi mengejar mimpi-mimpiku yang lain - sekolah, bertualang, melihat belahan bumi yang selama ini hanya kulihat melalui TV, internet, dan buku-buku. Dengan bijak kau katakan sekali lagi untuk melupakanmu karena jalanku masih panjang, aku harus memulai hidup yang baru di tanah ini.

Ku coba mencoba memenuhi kata-kataku, bahwa aku akan berhenti meletakkan harapanku padamu. Tapi aku begitu lemah terhadapmu. Semua tinggal kata-kata tak bermakna. Aku melambung begitu tinggi dan jatuh begitu dalam ketika akhirnya kau katakan sekali lagi bahwa tak ada yang bisa kau janjikan padaku.

Akhirnya kucoba cerna pelan-pelan semuanya ini. Sekarang aku tahu, you're just not into me. Bukan karena kamu butuh waktu lebih lama untuk menyembuhkan lukamu, tapi karena you're not into me, that's all. Tak perlu disesali, pun tak perlu ditangisi lagi. Sakit? Pasti. Sakit sekali. Lalu apa yang akan kulakukan? Tak ada. Biar waktu yang akan menyembuhkan dan menjawab segalanya. Now I couldn't agree more when you said "Move on lah, jalan masih panjang. Yang terjadi besok, biar liat besok aja".

Well, seperti kubilang, aku terlalu lemah terhadapmu. Banyak orang bilang, aku terlalu baik. Kamu bilang, aku terlalu lugu. Semua bilang aku harus berubah. I should play a smart game. I don't know whether I want to change myself. Tapi mungkin, kalau suatu saat nanti kita bertemu lagi, aku sudah bukan Mita yang pernah kamu kenal dulu.

Now I try once again to rebuild my own life. Oh well, memang tidak mudah, tapi aku akan baik-baik saja. Masih banyak yang harus dipikirkan dan dilakukan. Love-life is only a part of our life.

Comments

Anonymous said…
"Love-life is only a part of our life."

That's a good one :D
Anonymous said…
be strong, Mita :)
Anonymous said…
you'll be fine
take care dear
*hug mode ON*
redwhitebride said…
whoaa... Mit. i guess we've all been hurt before. trust me, dear, tears & loughters heal! :D

btw, kemungkinan beberapa bulan lagi i'll start living in PA (philly), pgn tanya2 pengalaman Mita, boleh?
Anonymous said…
Gue dulu juga pernah bodoh ma cowok dan percaya banget. Nah gantinya cowok abadi yg buaikk banget.

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...