Skip to main content

Just try it ;)

* for myself, aku selalu berusaha gak menganggap cinta itu sebagai sesuatu yang terlalu dalam maknanya , even gak gampang ...

* kayaknya kita2 tuh kan orang yang selalu mikirin semua urusan kayak negara, makanya aku coba gimana biar aku mutusin soal itu gak lagi kayak negara

* nemu kecocokan, ya dicoba jalan bareng, kalo gak cocok ya bubar aja, mumpung belum telat

# hehehe ... iya

* hehehe ... sekarang aku menjadi sedikit lebih bijak, banyak lebih ngawur

# hahaha setuju, LEBIH BANYAK NGAWURNYA daripada bijaknya

* karena aku nyoba ngejalaninnya apa adanya :))

* come on ... being a risk taker gak ada salahnya, selama kita masih cukup punya waktu dan kesempatan

* harusnya aku lebih gila dari dulu :))

# hahaha, untuk dia gue gak mau gitu

# gue gak mau dia cuma gue jadiin ajang percobaan

* hmmm, aku akan gitu ke siapa pun kayaknya

# hahahaha

* dibilang jahat biarin ... toh aku gak bermaksud mempermainkan seseorang ...

# nah itu elo tahu

* beda lho 'mempermainkan' dan 'mencoba sesuatu yang belum pasti'

* yang pertama emang niatnya dah jelek kalo yang kedua niatnya baek ...

# life is about trial and error pal ...

* gue dapet quote bagus, tapi belum bisa jalaninnya

# apaan tuh quotenya?

* I can accept failure. Everybody fails at something. But I can't accept not trying hehehehe

# just try it, if u fail, it doesn't matter ...
everybody fails sometimes ... but if u are not dare to fail, ya sutra ...

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...