Skip to main content

Susahnya ngurus rumah

Kayak biasanya, hari Minggu kemaren aku nengok my home sweet home di Cibinong :). Benernya lagi agak males2an ke sana, tapi rumah itu sudah mulai tidak terurus, dan aku gak mau akhirnya rumah itu terlantar dan gak jadi aku tinggalin gara2 aku males wara-wiri Jakarta-Cibinong. It's my risk, right :) ?

Punya rumah itu ternyata ribet sodara2, even belum ditempati kayak sekarang pun, keribetan itu udah mulai terasa.

1. Aku harus bayar listrik tiap tanggal 24, dan aku sering kelupaan, jadinya kena denda melulu deh :p ... Jangan kasih saran pake one bill ya, aku gak yakin daerah itu udah ter-cover. ATM BCA punya fasilitas bayar PLN, tapi ternyata per area. Jadi kalau rekening tabungan kita bukanya di Jakarta, maka dia hanya akan meng-cover pembayaran listrik untuk daerah Jakarta, demikian juga daerah2 lain. Nah, karena rekeningku Jakarta, dan rumahku termasuk PLN Cibinong, maka aku gak bisa bayar PLN lewat ATM, hiks hiks. Kalau ATM aja gak bisa, gimana pake one bill coba ? Jadi tiap bulan aku harus mondar-mandir ke Cibinong buat bayar listrik, dan PLN itu gak buka kalau hari Sabtu, jadi terpaksa harus titip office boy di kantor pemasaran deh. Kayaknya mbak2 di kantor pemasaran itu dah bosen liat aku tiap bulan titip bayar listrik ... hehehe :p

2. Masalah air. Hmm, ini yang bikin aku agak2 cemas. Sejak pompa dipasang lebih dari dua bulan yll, air udah ngalir. Di kompleks ku belum ada PAM, jadi pake air sumur. Sebenernya untuk daerah Depok, Bogor, Cibinong, dan sekitarnya gak terlalu kuatir sumur bakal kering. Tapi masalahnya airnya belum cukup jernih ... kata orang Jawa buthek!! Aku gak tau apakah itu karena aku nyalakan pompanya cuma sekali2 aja, ato emang gitu. Kata tetangga, airnya emang gak gitu jernih, jadi dia kalo masak pake air isi ulang. Oh, one more problem, rite?

3. Nah, masalah pompa air. Aku lagi pikir2, apa aku perlu bikin tandon air di atas? Kalau enggak pake tandon, berarti pompanya harus nyala terus doong. Kan gak lucu kalau lagi pipis di kamar mandi, terus lupa nyalain pompa, jadi toiletnya gak bisa di-flush :( ... One more thing, kalau benar air nya itu keruh karena pompa nya dinyalain sekali2 doang. Berarti tiap kali nyalain pompa, awalnya airnya pasti keruh dong? Gimana dong? Advice-advice ... help me pls ... Kalau bikin tandon, hmm, kalau tandonnya gak permanen (pake beton), kata orang2 gak awet. Sementara kalo bangun tandon gitu kan mahaalll, belum punya duit nih, menunggu THR dan bonus akhir taun critanya :p

4. Developernya suka nyuekin komplainku, hiks hiks hiks. Apa tampang dan suaraku kurang galak ya? Bayangin, aku dah komplain bahwa pintunya error, harusnya otomatis ngunci sejak 2 bulan yll, dan belum juga dibenerin! Menyebalkan sekali bukan?

5. Tetek bengek lainnya, kayak kamar mandi yang gak kompak warnanya (bayangkan, ijo telor nabrak sama pink ... hahahaha), etc, etc.

Hmm, belum ditempatin aja aku dah komplain2 gini, gimana kalau aku dah di sana ya :)) hahaha ... Aduh teman2, aku bener2 pusing. Rencananya, awal taun aku mau pindah, no matter what happened, aku tetep mau pindah ke sana. Gimana ya, terutama tentang masalah air, that's very crucial. Aku bingung deh harus gimana... Mo ngebajak bokap biar dibenerin ma bokap ;) - ngerepotin, Papa kan sibuk, dah gitu kalau kecapekan, wah, bisa jadi masyalah. Mo ngerepotin Pak de Tris? Wah, aku nih bener2 keponakan kesayangan yang durhaka :)) ... *si Pakde pasti mau sih ... huehehe ... *

Jadi? Tolong dong sarannya ... :)

Comments

Halo,

Masalah air kelihatannya untuk di Cibinong mending bikin tandon air. Tandon airnya nggak perlu tandon permanen dari beton, tapi harus bikin towernya tuh ..., dan juga dengan tandon + jet pump bisa otomatis kan dan nggak perlu tiap kali ngidupin / matiin pompa air.

Untuk air yang keruh ada beberapa solusi, pertama mungkin sumurnya kurang dalem atau dengan kata lain sumurnya cuma mencapai lapisan air tanah yang nggak begitu jernih. Kemungkinan kedua adalah karena pipa-nya, kalau pipanya nggak bagus (berkarat, lumutan) maka airnya nggak akan jernih juga. Jadi bener kalau sumurnya nggak dipakai teratur, maka air pertama yang keluar akan selalu tidak lebih jernih dibandingkan setelah dipakai beberapa saat.

Kalo ntar udah pindah, dan airnya masih keruh juga, daripada pake air isi ulang, atau mahal mahal beli aqua mending cobain program water treatment system. Dengan program ini, air keluarannya bahkan dijamin bisa diminimum lansung lho tanpa perlu dimasak.

'just two cents from me', hope it helps ...

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...