Skip to main content

Weekend

Karena gak ada topik khusus yang pengen ditulis, aku cerita tentang weekend aja lah.

Sabtu, jam 6 pagi, bangun, mikir, aduh, kok udah jam 6 ya, kalo gak ada janji pagi2 pasti aku langsung memeluk bantal lagi deh. Tapi karena dah janji, harus komit dong, bangun, mandi, naik P08 ke Kelapa Gading. Si Yanti dah nungguin, tapi lumayan lah, masih sempat makan gado2 dulu buat ngeganjel perut, kan abis ini mau berenang :) Hmmm, kali ini yang aku ajarin anak kelas 3 SMEA, ngajarin bahasa Inggris. Yah, lumayan lah, daripada ngajar anak kelas 2 SD berhitung, takes a lot of patience :p Tumben2an banyak yang nyariin aku hari itu :p - mulai dari temen yang nawarin MLM (again :p ), sampai sobatku yang ngomporin aku buat beli laptop mumpung harga pameran (emang aku punya duit gitu :p ?! kalo mo nombokin barang 8 juta ya hayu aja :))

Jam 10 an, selesai ngajar, as scheduled, berenang!! Gila kali ya, siang2 berenang. Tapi menurut Yanti (teman kantorku) kolam renangnya dilindungi terpal, jadi gak bakal gosong2 amat :) Eh, ternyata kolam renangnya bagus, bersih, dan murah!!! Hanya 13 ribu saja, bandingkan dengan di hotel yang minimum 30 ribu! Kolam renangnya di sekolah Al Azhar, tapi dibuka buat umum. Hmm, tadinya aku ragu2 juga mo renang di situ, Al Azhar gitu lho. Tapi kok temenku yang ngajak cuek2 aja ya, padahal dia Chinese. Jadi cuek aja deh. Taunya walaupun namanya Al Azhar, tapi isinya 50% lebih Chinese, mungkin karena di Kelapa Gading ya. Wah, senang banget, bakal sering2 kesini kayaknya. Kan ideal tuh, tiap Sabtu emang ada acara di Kelapa Gading, abis itu langsung berenang !!!

Jam 1 an, pulang. Tadinya mo cari makan dulu, tapi mending makan di Setiabudi kali ya. Lagian, aku janjian ketemu ma Jaya - temenku yang nawarin MLM itu - jam 4. Naik 08 lagi, eh, mogok lagi :((!! Hiks hiks, dua minggu berturut2 aku naik 08 dan mogok. Mana mogoknya di daerah Pulo Mas yang serem itu lagi ... takut. Mo cari bus lain yang searah gak dapet, cari taksi pun susah, penuh terus. Apalagi aku kan pemilih banget kalo soal taksi ... hehehe ... Akhirnya dapet juga taksi, nyampe rumah udah jam 2.30 an ...

Makan dulu ah ... HP bunyi, Arry, temen kuliah. Ajakan makan2 :)) ... Gak berbanyak-banyak banget, cuma default yang sering ngajak jalan bareng sih. Sebagian mantan Setiabudiers ... yang katanya penduduk aslinya sudah mulai punah dan tinggal aku sendiri hehehe ... Default janjiannya di Kalibata, ya sudah deh, pasrah, karena gak ada yang available buat jemput, OK deh, ntar aku ke Kalibata.

Di kost cucian numpuk, gak jadi istirahat deh, nyuci, ngepel, sampai si Jaya dateng. Eng i eng, bener kan, dia mo nawarin produk Tiansi, MLM nutrition food dari Cina. Aku dulu dah pernah ditawarin, dan *tentu saja* aku tolak. Jadi, jangan sekali2 nawarin aku MLM ya, my heart is not there :) : pertama, aku gak hobi jualan. kedua: ada hal2 yang aku gak suka di situ ... hmm, panjang kalo dijelasin di sini, lain kali aja. Jadi aku terang2an bilang aku gak suka, dan aku mencoba mencari topik lain, hahaha. Hasilnya ada dong, dia nawarin aku buat join sama temen2nya yang katanya mo bikin lembaga training ;) ... We'll see lah ya, ada follow up nya gak.

Abis itu kembali nyuci, dan istirahat bentar. Nonton 24, capek. Telepon temenku yang rumahnya dijadiin meeting point, eh, ternyata dia bilang aku disamperin aja. Yuhuuu ... bagus lah, tinggal tunggu jemputan :))

Omong2, mau makan ke mana sih? Kata mereka mau makan di Batutulis. Nah lo, aku bengong aja. Batutulis itu setauku di Bogor :)) Mosok pada mau makan di Bogor sih :))?? Ternyata, Batutulis itu nama jalan di daerah Kota, mau makan seafood. Ohh, gak jadi deh ke Bogor buat makan ... hahaha ...

Baru disamperin jam 8 kurang, dan dengan sebelnya mereka mengajukan pertanyaan yang gak perlu dijawab, "Kok malem mingguan sama kita2 sih Mit :p ... ?" Oh, dasar, menyebalkan sekali orang2 itu :p ... Muter muter, akhirnya sampai juga kita di rumah makan itu. Mau tau menunya? Kepiting saos padang, kepiting lada hitam, cumi bakar, cumi saos tiram, udang bumbu bawang, hmmmm, sedaaap :D Dan cacing2 di perut ini pun makan dengan lahapnya :)) ... Gak rugi deeeh :p ...

Selesai makan, masih pada mau lanjut lagi, pada ngajak nyari kopi. Akhirnya ke Plz. Senayan, ternyata Coffe Bean nya udah tutup ... berhubung sudah pada capek, gak jadi cari tempat lain, dan pulang ke rumah masing2.

Hmm, capek, ngider terus dari pagi sampe malam, but quite a good Saturday :) ...

Comments

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...