Skip to main content
Sorry guys kalo blog ku akhir2 ini muter2 gak jelas. Belakangan aku gak niat nulis. Kalaupun nulis cuma teriak2 doang. Padahal dah beli buku baru yang kira2 bisa jadi sumber inspirasi, ternyata gak mood juga euy :p

Belakangan ada masalah sama seorang teman, dan ternyata it's not really easy for us to get back being friends again. After all, I am fine ... tetep kayak biasanya, main, jalan, kayak biasa.

Tapi sekali nya ada yang retak antara teman, kok susah banget ya back to normal again. We shout each other ... being defensive ... Gak tau siapa yang benar siapa yang salah. Pada akhirnya aku memojokkan dia dengan kata2ku, karena aku merasa aku yang benar dan dia yang salah. Dan aku tahu itu menohoknya.

When he apologized me, I only said that I don't want to talk about it. Hmmm ... sebenernya itu sangat mengganggu, karena aku bukan orang yang cuek bebek kalau aku tahu ada yang merasa uncomfortable atau marah denganku. Aku nyoba nyapa dia, seems fine. Aku ketemu dia, bertegur sapa, bertukar senyum, seolah2 gak ada apa2. Tapi apa benar begitu? Aku gak pernah tahu apa yang sebenarnya sekarang ia rasakan? Masih tertusukkah dia dengan perkataanku? Is he still mad with me? Aku gak bisa baca ekspresinya.

Sudahlah, bagaimana kalau kita lupakan saja kemarahan kita? Kita coba lagi dari awal sebagai 2 teman? Aku tetap tidak bisa membaca ekspresimu. Aku gak tau kamu mau atau gak, peduli atau gak. Dan yang lebih parah, aku gak tau kamu masih percaya sama aku gak. Atau kamu menganggap ajakan ku ini bullshit belaka? Semoga tidak ...

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...