Skip to main content

Beyond Illusion

Sejak balik dari Jogja gak sempat nulis2 banyak di blog :) Liburan Natal kemaren aku cuma 3 hari doang di Jogja. Lagi malas berlama-lama di rumah, dan kerjaan pun gak bisa nunggu. Tadinya aku mau nulis tentang delay2 yang menyebalkan itu, tapi sudahlah ... membosankan ... :)

Mau nulis tentang Aceh pun ... hhh ... terlalu memilukan :)

Anyway, selama di rumah aku nyelesaikan baca 2 buku. Yang pertama, "Menembus Mimpi Hampa - Beyond Illusion", karya Duong Thu Huong - hasil rekomendasi dan pinjeman dari teman (thx Ul) . Yang kedua - buku lawas - "Burung-burung Manyar" - nya YB Mangunwijaya, yang bertengger di antara buku2nya bokap.

Aku tertarik baca "Beyond Illusion" karena menurut yang merekomendasikan, buku itu sangat 'menohok'. Tentang seseorang yang kehilangan idealisme nya dan akhirnya berkompromi dengan keadaan. Tokoh utamanya Nguyen - seorang wartawan Vietnam - dan Linh istrinya. Nguyen, si idealis, yang akhirnya menghancurkan apa yang pernah diyakininya demi menghidupi Linh dan anak mereka. Linh - wanita yang pernah begitu memuja Nguyen karena idealismenya - akhirnya kehilangan cinta pada suaminya karena sang suami menyerah dan berkompromi dengan keadaan.

Buku ini idenya bagus, tajam, dan menohok siapa saja yang merasa pernah memiliki idealisme ... Message yang disampaikan pada akhir buku juga bagus. Yaitu ketika Linh - yang akhirnya selingkuh dengan seorang komposer - menemukan bahwa kita tidak akan pernah memiliki kekuatan dari dalam diri kita jika kita selalu menggantungkan kekuatan pada orang lain ... yah, kurang lebih begitulah bahasanya.

Sayangnya ide yang begitu menarik itu - menurut aku - dikemas dalam konflik perselingkuhan, sehingga - sekali lagi menurutku - jadi agak2 membosankan karena cerita perselingkuhan itu memakan sebagian besar porsi cerita. Anyway, still I recommend this book, karena ide yang tidak biasa tersebut.

Buku kedua "Burung-burung Manyar" ... hmmm, menarik lho! Tapi entar aja ya ceritanya. Dah mau kerja lagi niihh :)

Comments

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...