Skip to main content

A cup of coffee ...

I wasn't a fan of coffee before college. Even now, I am not a true fan of it.
Pertama kali aku iseng nyobain kopi waktu mulai banyak tugas yang bikin harus begadang ... hmm, jadi inget tugas2 AP3. Terus ... terus ... sampai akhir tingkat 4, tugas akhir. Beda dengan temen2, justru aku gak begadangan untuk TA, males :p ... Mending aku kerjain siang2 ... lalu malam tidur dengan nyenyak. Sejak itu kebiasaan ngopi sedikit2 berkurang ...

Belakangan kebiasaan itu kembali lagi. Kalau kedinginan di kantor, kopi instan jadi teman setia, hangatnya itu loooh ... :) Kalau konsentrasi dah mulai berkurang karena ngantuk, kopi juga jadi obatnya. Kalau hanging out dan nongkrong, belakangan aku lebih sering memesan kopi, ntah cappucino with ice, atau apalah ... ntah kenapa, kopi jadi pilihan ... Walaupun akibatnya aku jadi gak segampang dulu2 buat tidur. Abis gimana, waktu nongkrong ngantuk, ngopi dong. Jadi seger kan :)) ... eh pulang ke kost jadi gak bisa tidur deh ... hehehe ...

Hehehe ... a cup of coffee has been my best friend since then ...
Masih untung gak ditemani dengan sebatang rokok :p huehehehe ...

Hmmm, and now, after a cup of coffee, I wanna continue my work ;)

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...