Skip to main content

Posting gak jelas ...

Harusnya sore ini aku janjian ma Sigit. Dah lama gak ketemu n ngobrol sama dia, sayangnya batal karena dia panas dalem, ya sudah deh. Temenku yang satu ini selalu punya energi untuk segudang kegiatan. Plus seribu cara untuk menghilangkan 'energi negatif'. Misalnya aja, dia pernah nge-sms aku, cerita kalau dia lagi kongkow-kongkow di taman mini. Bawa buku, gelar alas duduk terus piknik menikmati taman mini seorang diri! Hahaha, Sigit banget deh. Adaa aja yang dia kerjakan biar gak bete.

Sementara aku, kebalikannya banget. Kalau dah 'mental very low', aku paling gak bisa ngapa-ngapain. Kepala rasanya berat banget, kadang-kadang sampai pusiiing gara-gara kepikiran hal2 yang sebenarnya gak perlu dipikirkan. But what can I do? It just popping into my mind ... hfffhhh. Paling-paling terus aku menyibukkan diri, dengan segala yang bisa aku lakukan, such as nonton film, baca buku, ngeblog, mbersihin kamar :D, renang bolak balik bolak sampai capek. Tujuannya semuanya sama, biar bisa tidur nyenyak, hihihi ... garing yak?

Nah, itu pula yang jadi alasanku ketemuan ma dia, karena dia selalu punya pemikiran yang bikin aku semangat lagi! Dari dulu aku tuh punya cita-cita buat sekolah lagi, S2. Tapi sampai sekarang belum kesampaian ... Nah, all of a sudden, ada kesempatan lagi buat sekolah, it is a little chance, but possible. Tapi aku kok tiba-tiba gak punya keberanian yang cukup. Gak yakin dengan diri sendiri, gak yakin dengan keinginan yang aku punya, dan gak yakin dengan kemampuanku sendiri. Yang terakhir itu penyakit kambuhan dari dulu, yang sangat-sangat menyebalkan! Over all, I am a risk taker, tapi kali ini aku butuh support buat berani bikin keputusan itu, dan hmmmfff ... aku benci banget bahwa sekarang aku kehilangan semua keberanian yang aku punya itu.

Trus? Ya ... begitulah. Kalau motivasi bisa dibeli, aku beli dah walaupun harganya mahal. Di mana ya yang jual motivasi :D ?! Hfff, sorry, ngelantur, semua serba gak jelas. It is just like puzzle in my mind :D ...

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...