Bandung, 1998. Beberapa anak muda sedang berbenah di rumah kosong itu. Mereka hendak menyelenggarakan pertemuan antara beberapa kelompok kaderisasi mahasiswa (waktu itu idealisme masih membara :). Di antara beberapa panitia, saya yang paling yunior. Kami sedang menunggu beberapa peserta yang belum datang, ketika seorang cewek tomboy berambut cepak datang membawa tas ransel besar. Seperti mau turun gunung saja, batin saya waktu itu. Cewek itu mengenalkan diri sebagai wakil dari Mudika Jatinangor. Mendengar Mudika Jatinangor disebut, saya langsung menoleh dari kesibukan beres-beres. “Dewi ya ?”, tebak saya ketika menyapa cewek itu. “Mita ya ?” , balasnya hangat, menyambut saya dengan tawa dan cengirannya. Dalam waktu 5 menit kami seperti dua orang teman lama yang bertemu lagi. Tiba-tiba Sigit menyela pembicaraan hangat itu, “Kalian teman SMA ?” , dan kami berdua terbahak-bahak mendengar pertanyaan itu. Itu perkenalan pertama saya dengan Dewi, seorang sahabat yang kemudian menjadi teman ...
Me - myself - and my little stories