Skip to main content

What is your vision ?

Malam tadi Suster Gerardette kembali memunculkan pertanyaan 'sederhana' yang jawabannya sungguh rumit untuk ditemukan ,"What is your vision of life ? What is your mission ?"

Bertahun-tahun yang lalu, pertanyaan itu rasanya tidak asing buat saya. Saya berada di lingkungan yang selalu mempertanyakan keberadaan diri kita masing-masing. Di mana posisi kita sekarang? Apa peran yang dapat kamu lakukan sekarang? Apa tujuan jangka panjang kamu? Apa nilai-nilai yang kamu pegang? Walaupun susah untuk mendapatkan jawabnya, dahulu kompas itu masih ada di tangan. Baik buruk jelas batasnya. Idealisme begitu membahana. Sarana untuk mewujudkannya pun relatif masih ada.

Tapi waktu selalu berjalan. Sekarang saya bukan lagi mahasiswa. Tak ada lagi komunitas yang solid yang selalu mendukung saya untuk menyalakan 'api' itu di dada. Kehidupan real, kini ada di depan saya. Dan sebenarnya, justru sekaranglah saatnya untuk mempertanyakan ulang jalan hidup saya. Kehidupan, bukan seperti kehidupan kampus yang penuh romantika. Kerja adalah aroma utama dalam hidup saya sekarang. Kerja demi memenuhi kebutuhan hidup saya, yang kadang begitu melelahkan, sampai-sampai 'kompas' itu terjatuh, luput dari pegangan saya.

Kemudian pertanyaan itu muncul tadi malam, "What is your vision ?", dan saya tidak mampu menjawabnya, saya hanya mampu membuat rumusan corat-coret. Di mana saya sekarang? Ke mana saya melangkah? Tentu saya harus menentukan arahnya, atau saya hanya berputar-putar tanpa tujuan dan akhirnya tersesat.

Semoga, jawaban yang saya simpan di hati tadi malam bisa saya wujudkan. Dan saya, bisa terus melangkah, tanpa perlu menyesali apa yang ada di belakang.

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...