[sms tone is ringing]
0811xxx :
Describe me in ONE WORD. Just one!
me:
Hmm ... unpredictable :)
If I send this back to u, what is the answer?
0811xxx :
Lugu :p
me:
[gubraksss. Am I that naive' ??]
Hahaha ...
me:
Do u think that what I am thinking, feeling, like/dislike is simply showed in my expression? Yes/No
0811xxx:
Yes.
me:
[So ... u knew it ....] *DELETED*
Yeah, that's me, the true me, so naive.
Saya naif mengira dunia akan ramah menyapa orang yang mencoba selalu ramah pada dunia. Saya naif mengira cinta tidak akan menyakiti saya jika saya tidak menjadikannya sebuah permainan. Saya begitu naif mencintai seorang lelaki, bahkan saya tidak tahu mengapa saya mencintainya. Inilah saya, sejujur-jujurnya. Saya hanya seorang gadis kecil yang naif, yang selalu memberikan seluruh hatinya, ketika dia jatuh cinta. Pun ketika cinta itu tak berbalas, atau ditinggalkan. Saya begitu naif untuk terus mencoba mencintai tanpa syarat.
Saya mengakui apa yang saya rasakan, tapi itu tidak berarti hidup saya berhenti dan hancur karena apa yang saya rasakan. Tidak, hidup saya berjalan terus. Mungkin suatu saat saya akan lupa, dan apa yang saya rasakan akan memudar, sirna. Sekarang, yang saya harus lakukan hanya satu, terus berjalan, dan tetap tersenyum :)
0811xxx :
Describe me in ONE WORD. Just one!
me:
Hmm ... unpredictable :)
If I send this back to u, what is the answer?
0811xxx :
Lugu :p
me:
[gubraksss. Am I that naive' ??]
Hahaha ...
me:
Do u think that what I am thinking, feeling, like/dislike is simply showed in my expression? Yes/No
0811xxx:
Yes.
me:
[So ... u knew it ....] *DELETED*
Yeah, that's me, the true me, so naive.
Saya naif mengira dunia akan ramah menyapa orang yang mencoba selalu ramah pada dunia. Saya naif mengira cinta tidak akan menyakiti saya jika saya tidak menjadikannya sebuah permainan. Saya begitu naif mencintai seorang lelaki, bahkan saya tidak tahu mengapa saya mencintainya. Inilah saya, sejujur-jujurnya. Saya hanya seorang gadis kecil yang naif, yang selalu memberikan seluruh hatinya, ketika dia jatuh cinta. Pun ketika cinta itu tak berbalas, atau ditinggalkan. Saya begitu naif untuk terus mencoba mencintai tanpa syarat.
Saya mengakui apa yang saya rasakan, tapi itu tidak berarti hidup saya berhenti dan hancur karena apa yang saya rasakan. Tidak, hidup saya berjalan terus. Mungkin suatu saat saya akan lupa, dan apa yang saya rasakan akan memudar, sirna. Sekarang, yang saya harus lakukan hanya satu, terus berjalan, dan tetap tersenyum :)
Comments