Skip to main content

Sudah ketemu kompasnya ?

Tadi pagi seorang sahabat menyapa, "Sudah ketemu kompasnya ?" ... dia mengomentari posting yang lalu. "Hehe, belum, susah," jawabku ... Percakapan tadi sejenak membawa ingatanku kembali ke Bandung, sebulan yang lalu. Seperti biasanya dalam kunjungan weekend ke Bandung aku selalu menyempatkan diri mengobrol semalaman dengan Dewi di rumah biru yang nyaman itu *Cisitu, I always love to be there!*. Seperti biasa, Kami berbincang banyak tentang pilihan-pilihan yang ada di depan kami. Dan seperti biasa, satu pilihan menawarkan kenyamanan dalam kemapanan, sedangkan pilihan lain menjanjikan petualangan-petualangan baru dalam ketidakpastian. Dan malam itu pun penuh dengan gelak tawa, ketika aku melihat sebuah foto hasil bidikannya, yang dihiasi dengan kata-kata indah. Sayangnya aku lupa tepatnya kata-kata itu, tapi intinya,

"Keindahan hanya akan didapat oleh orang yang berani mencari dalam ketidak pastian", hahaha ...

Begitulah, mungkin kompas itu belum juga ketemu, atau tak kan ketemu? Tapi aku akan terus mencarinya, dalam semua perjalanan yang penuh ketidak pastian. Tapi bukankah ketidak pastian itu menyodorkan keindahan tersendiri :) ?

Thanks Wi, thanks Weu :)

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...