Skip to main content

All I wanted

If I have any opportunity ...

Aku pengen ketemu kamu lagi ...ketawa bareng kayak dulu ...
Aku pengen cela2an lagi sama kamu, menertawakan beda tipis antara yang percaya diri dan gak tau diri ...

I want to give you my smile !!

Aku pengen makan mie bareng kamu lagi ...
Aku pengen nemenin kamu makan hartz chicken kesukaan kamu ...

Aku pengen melihat kamu ada di teras kost ku lagi ... nungguin aku keluar ...
Aku pengen kamu ngejemput aku lagi untuk makan malam ...
Aku pengen kita ngobrol lagi sampai larut malam dan ibu kost mengusirmu dengan halus ...

Aku pengen kita pergi ke TIM lagi kayak dulu ...
Nemenin kamu main games tembak2an yang aku gak ngerti asyiknya di mana ...
Lalu makan pop corn ...
Ya, kamu selalu minta extra butter ...

Lalu kita ngebahas semua topic of day di sepanjang makan malam kita ...
Sebelum kamu lalu mencela2 aku, ketawa, dan tersenyum ...
Kita tertawa bersama2 ...

Tapi semua lewat ...
Aku berusaha berdamai dengan mu dan dengan diriku sendiri ...
Toh aku harus merelakan mu pergi dengan dia yang akhirnya kamu pilih ...

Andai aku bisa menghilangkan rasa sakit ini ...
Dan mengalahkan segala egoku ...
Andai aku bisa bersikap 'normal' dan 'enggak ekstrim' ...
"Kamu selalu ekstrim", itu kata sahabatku kepadaku

Aku ingin ketemu kamu lagi ...
Aku ingin ketawa bareng kamu lagi ...
Menganggap kamu sebagai seorang sahabat ...
Tertawa bersama seorang sahabat ...

Dan bila umur kita bertambah, hari2 kita telah berlalu ...
Kita bisa terus saling mengenang persahabatan kita ...

Andai aku bisa ...

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...