Skip to main content

Setiabudi vs Cibinong

Hari ini aku ngantuk banget, kayaknya gara2 minum decolgen. Gak ada pilihan lain, kalo gak minum decolgen, aku pasti demam karena mau flu. Gak asik banget demam di siang bolong saat kerjaan menumpuk kan :) ...

Aku lagi bingung nih, soal keputusanku untuk pindah ke Cibinong. Banyak teman yang tanya sama aku, apakah aku yakin pindah ke Cibinong. To tell the truth, aku juga enggak yakin euy. Setiabudi tuh udah ideal banget buat seorang anak kost kayak aku. Tempat makan banyak, ke mana2 deket, mau ke toko buku? Ada QB, ada toko buku di Sarinah, di Plaza Indonesia, etc. Mau nonton? Kalau borju bisa ke EX atau PS, tapi kalau kantong cekak kayak aku ke TIM juga deket. TIM, tempat yang asyik banget euy ... Mau cari taksi tengah malam ada ... Dah gitu, kost ku di jalan besar ... pokoknya asyik banget. Kalau mau main bareng temen2 tinggal tunggu jemputan, dan gak ada yang keberatan mengantar pulang ke Setiabudi kecuali si Bapak satu itu, yang selalu bilang "Rumah gue jauh, di Tangerang ..." hehehe. Peace ;) Selama 3 tahun lebih aku kost di Setiabudi, nyaris gak ada yang bikin aku gak betah loh ... yah, except little things kayak ibu kost yang selau berusaha naikin harga, dan cucu ibu kost yang kalo teriak2 kayak tentara itu :(((

Nah, sekarang rumahku udah jadi, dan aku berniat pindah. Sebenernya aku takut juga tinggal di Cibinong. Bukan takut sendirian di rumah- believe me, I've been through that - tapi aku takut kesepian. Semua orang punya concern yang sama kalau aku bilang pengen pindah ke Cibinong. Mama, teman2 ku, semuanya ...

"Nanti kamu kesepian di sana ... " *ani, setio and most of people said*
"Social life kamu gimana? ... " * most people said so ...*
"Cibinong kan jauh dari peradaban ..." *adit said*
"Siap jadi suster ? :((( " *gubrak!! ini dari mas irwan*
"Kamu kan suka maen bareng temen2, nanti gimana? " *mama said*
"Kamu di Jkt aja Setio jarang nengokin, gimana kalo di Cibinong? *deweu said* ..."


Yupe, aku juga takut kesepian, dan jauh dari segala aktivitas yang aku biasa jalani. Walaupun kayaknya biasa2 aja, tapi di Setiabudi aku bisa melakukan apa saja yang aku mau. Hanging around with my best friends, ke toko buku (akhir2 ini udah jarang, hiks ..), ke tempat pakde, sekedar makan malam (with anyone, special or not ... hahaha).

Tapi aku udah eneg banget sama Setiabudi. I need some fresh air, karena di sini aku mentok gini2 aja. Terlalu banyak peristiwa yang terjadi di Setiabudi yang pengen aku lupakan, karena aku perlu melepaskan semua hal itu supaya aku bisa melangkah lagi. Aku berharap bisa dapet udara segar di Cibinong. Aku juga enggak mau terjebak jadi anak kost, lalu tau2 aku jadi mbak2 belum merit yang sibuk mengasihani diri sendiri. Ih, aku gak mau kayak gitu ...

So, enaknya gimana ya ?

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...