Skip to main content

Minum

Hari ini aku harus ke BCA buat nginstall server mereka :(( Udah pengen teriak2 "Nggak mauuuu !!! " tapi emang ada efeknya kalau aku protes2 gak mau ke BCA? Manager ku aja nggak bisa ngapa2in.

Masalah yang satu ini sangat menyebalkan, dia minta kita melakukan apa yang enggak ada di maintenance agreement, dan dia tanda2 nya gak mau bayar additional fee. Emangnya kerja bakti :( ? Enaknya aja! Cuma gara2 admin nya dia yang males, aku yang kena getahnya. Kalau gak ada kerjaan lain mah masih mending, kalau ini kan bikin kerjaanku ke-pending semuanya :(( ...

Hhhh, cukup sudah keluh kesah ku tentang customer yang menyebalkan. I had a great weekend with my family :) ... cukuplah untuk mengusir malam mingguku yang sepi ... hehehe ... It's like a family reunion ... ada pakde, tante, om, sepupu, keponakan, semuanya ngumpul di Jkt. Jarang2 loh keluarga besarku akur ngumpul seperti ini ... hehehe ... bukannya mereka gak akur, tapi biasanya adaa aja kesibukan yang bikin enggak bisa ngumpul dengan lengkap. Kemaren om-tante ku beserta sepupu2ku semua dateng ke acara 100 hari nya bude. Yang enggak dateng cuma yang dari Bali. Habis acara di Pondok Pinang, aku ikutan nginep di Kayu Manis - Matraman, rumah sepupuku. Benernya mama nyuruh aku nginep di Pondok Pinang aja, tapi aku insisting tidur di Matraman aja, karena yang di Pondok Pinang orang tua2 semua.

Di keluargaku, setiap ada ngumpul2, pasti malamnya om2ku menyediakan minum2. Waktu kita masih kecil2, itu cuma buat generasi mereka. Setelah sekarang udah pada gede, kita ikutan minum juga. Seingetku, cuma papa mama ku doang yang gak pernah ikutan. Mungkin kalo mama nggak galak papa ikutan minum juga sihh ... hahaha. Jadi aku sama Wawan juga gak pernah terang2an minum di depan papa mamaku. Mereka sih pasti nggak ngelarang juga, toh kita udah gede dan gak minum sampai mabuk - kalo aku sih biasanya cuma icip2, gak suka juga kalo kebanyakan ... pait. EEh, ternyata kemaren Pakde Tris ngasih kita sebotol simpenannya gitu ... padahal selama ini kita gak pernah liat Pakde minum, kayaknya pakde tuh yang alim banget gitu ... hahaha ... Jadi deh minum2 di Matraman, om2 ku plus sepupu2ku. Aku cuman nyicip dua sruputan dari gelas sloki, keras banget. Apalagi udah 10 tahunan lebih, kadar alkoholnya kan makin tinggi aja. Akhirnya cuma habis 1/4 botol.

One thing yang aku gak gitu suka malem itu. Sepupu2 ku dan aku rata2 dah kerja, dah ngerti lah batas2 nya. Tapi ada satu abege tuh, sepupuku yang paling kecil, dia baru lulus SMP, dan paling gak mau dianggap anak kecil. Naah, dia tuh ikut minum. Belakangan aku tau dia ngerokok segala (waktu mbak2 dan bapak ibunya udah tidur, jadi tinggal mas2nya doang ...). Aku tau dia ngerokok gara2 hp ku dibawa Wawan, dan dipake foto2. Aku takutnya tuh anak lepas kontrol. I mean, dia belum cukup umur buat minum, dan masih labil banget. Cuma buat ngebilangin dia kayak gitu, sungkan juga, ntar aku disangka jadi kakak yang sok tua dan menggurui ... I am not a good sister ya :) ... Ya sudah, aku pikir, toh bokap nyokapnya ada di situ, mereka harus bertanggung jawab dong atas anak mereka. Dan terbukti lah, malem itu dia muntah gara2 mabok (untung muntahnya di wc), dan paginya badannya merah2 gara2 gak tahan alkohol. Moga2 aja dia tau baik buruknya tentang minuman. BTW, baiknya apa ya :p ? Cuma membuat badan jadi hangat, lah kalo di Jkt yang panas apa coba? Hehehe ... emang gak ada. Aku juga minum cuma karena sekedar iseng pengen ngerasain doang. Aduh mita, umur dah 26 masih juga coba2 :)) hahaha ... Gak lah, aku dah tau mana yang baik dan yang buruk, kalau pun aku minum, aku tau batasnya kok :)

OK deh, lunch time is over, aku harus ke BCA ...

Comments

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...