Skip to main content

Setengah Cina :)

Semua orang pada Sin-Cia an, jadi sepi neh kantor. Tapi masih ada yang akses file di server. Jadi penunggu server deh ... hehehe ... Buat yang merayakan Chinese New Year, Gong Xi Fat Chai yak :) ! May u all have a wonderful and prosperous new year.

Omong2 tentang Chinese New Year, seumur2 aku belum pernah merayakannya secara khusus. Dengan statusku yang half-half, setengah Jowo half Chinese ini, aku gak punya kultur yang sangat2 kuat. Memang seh, I spend most of my life with my father's family, yang Jawa itu. Tapi kalau dibilang aku Jawa banget, perasaan gak juga deh hehehe ... aku bahkan baru lancar ngomong Jawa setelah SMP, waktu kami sekeluarga pindah dari kompleks perumahan ke sebuah kampung yang desaaaa banget ... hehehe. Sesuai dengan tuntutan masyarakat di sekitar, akhirnya bisa deh ngomong Jawa. Sebelumnya bonyok selalu membiasakan diri kami untuk ngomong dalam Bahasa Indonesia.

Temanku beberapa hari yll nyeletuk, "Kamu kan Chinese Mit, kamu apal 12 shio gak :D ?" What? "Aku kan cuma setengah Cina hahaha" belaku. "Kalo gitu paling gak harus apal 6 shio dong " ... hahaha ... temenku nih maksa banget yak.

Yah, harus diakui, that's me. Seseorang yang gak punya latar belakang kultur yang kuat. Tapi so what gitu lho :p ? Kadang-kadang aku menganggap semua yang berhubungan dengan adat (Jawa maupun Cina) is too complex, ribet, nggak praktis. Gak cinta budaya banget ya :D Hehehe ... mungkin iya, aku lebih suka kepraktisan. Gak pusing dengan adat, aku Jawa atau Cina. So, kalau ada yang nanya kamu suku apa? Hmmm, to tell u the truth aku gak terlalu suka dengan pertanyaan itu. Tapi namanya orang nanya, ya aku dengan senyum manis akan jawab, I am half half. Half Javanese, half Chinese. Bunglon ... huehehehe ....

*dedicated buat semua teman yang half-half :p*

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...