Skip to main content

Curhat nih

Beberapa waktu belakangan, sampai hari ini, adalah hari-hari yang cukup sulit buat aku. Aku yang biasanya cuek aja dengan kesendirianku, pulang kost ngelayap, atau ngobrol sama teman kost, atau sekedar baca dan nonton dvd sendirian di kamar, tiba-tiba sering gelisah banget. Rasanya sepi banget, nobody is there, even someone to talk to. Sebenarnya itu bukan hal baru, dulu2 juga sering merasakan hal yang sama :p tapi dah lupa rasanya yang dulu2 kayak apa, dan yang kali ini is the worst one I think.

Pada saat2 yang tidak mengenakkan itu, di satu sisi hubunganku dengan **** membaik. Kami mulai jalan bareng lagi, ngobrol lagi, tapi dah gak seperti dulu. Aku tahu itu, tapi gara2 kesepian itu, rasa suka itu muncul lagi. Memang sebenarnya gak pernah hilang, tapi dulu2 aku cuek aja tuh. Waktu dia nggak ada lagi, baru dah berasa gak enaknya, dan sadar kalo aku tuh butuh dia :p Sadar gak sadar, I do expect something. Walaupun di sisi yang lain aku rasa I can not expect something.

Time goes ... beberapa minggu yll, waktu kami ngobrol2, dia nawarin aku buat ikut gathering acara Single Katolik di Bandung. Kebetulan dia jadi panitianya. Waktu itu aku penuh keragu2an, mau meng-iyakan atau enggak. Aku memang pengen ikut acara itu buat nambah teman, tapi aku juga belum siap buat ngeliat kejadian terburuk, misalnya kalau ternyata aku cengok di acara itu gara2 dia sibuk sendiri dengan teman2nya, atau malah pdkt sama cewek lain. But some of my friends encourage me to come, dan aku mengambil keputusan untuk ikutan, dengan membuang jauh-jauh semua pikiran negatif. What will happen just happen, semoga keadaan makin enak buat aku dan dia.

Tapi again ... gara2 kesepian yang menyebalkan itu, hiks ... aku bikin dia bete minggu ini. Gara2nya omonganku bikin dia tau kalau aku masih suka ma dia. Kebayang dong yang terjadi habis itu ... gak pernah ngesms lagi, gak pernah bales sms lagi, gak pernah nyapa di yahoo lagi, gak pernah ketemuan lagi - pdhal kost ku dan kost nya cuma beda gang doang :(

Kalian tentu tau banget aku. Kalau udah kira2 parah, hancurin aja sekalian ... begitu yang sering aku lakukan selama ini ... hehehe ... Jadi deh aku sms dia, cerita gimana aku ngerasa kayak orang gila gara2 sering nyapa dia, ngajak dia ngobrol, dan hasilnya cuma dicuekin. It always hurts to be someone unwanted ... hehehe .... *peduli setan lah :p* ..

Itu sangat mengganggu aku beberapa hari ini, apalagi aku ingat bahwa aku ada rencana mau spending weekend sama dia, ikut gathering ke Bandung. Jadilah aku gelisah dan kepikiran, terutama kalau lagi bengong di kost. Trus, akhirnya tadi malam aku nanya, jadi nggak ke Bandung. Dia bilang jadi - tapi dia berangkat Jumat malem bareng panitia lainnya, which means I should go alone. Dalam keadaan normal, aku cuek aja berbaur dengan orang2 yang gak aku kenal. Tapi belakangan aku suka gak pd an dan jadi diem gitu. Padahal sejak awal aku dah bilang ke dia - aku mau ikut, asal dia ikut juga, biar aku gak sendirian, aku gak pd. Eh, malah disuruh berangkat sendiri. I do understand kepentingan sebagai panitia. Di sisi lain aku makin takut untuk ke Bandung, apalagi setelah aku didiemin, dicuekin. Bisa-bisa aku didiemin sepanjang weekend, di antara orang2 yang aku gak kenal. Parah kan kalau satu2nya temanmu di acara itu nyuekin kamu. Waktu aku bilang aku ragu2 berangkat, karena takut didiemin, dia bilang didiemin sih mungkin enggak, tapi mungkin aja dia salting (bagian ini yang aku gak ngerti - ngapain juga salting, no body knows me, no body knows what was going on). Doooh, akhirnya, di antara kegelisahanku, aku memutuskan buat gak berangkat aja deh. Dari pada berangkat nyakitin ati doang.

Aku merasa cukup tenang dengan keputusanku ini, gak tau deh entar :p Moga2 ini keputusan yang tepat ya, dan moga2 aku gak akan pernah menyesalinya. Aku juga mo nyoba belajar kuat lagi, tough lagi, gak depend on somebody lagi. Aku gak menyesali aku pernah suka sama dia, masih suka sama dia. Tapi sudah selesai. Aku gak akan memelihara rasa suka ku itu lagi. Aku gak mau nyoba lagi. Hari-hari bareng dia sudah lewat dan gak bakalan kembali.

Moga-moga, aku berhasil melewati miserable feelings ini. Aku mau bangkit. Aku mau bahagia, dengan caraku, dengan hari-hariku :) Dan semoga, suatu hari, ada seseorang yang tepat untukku, yang akan membuat aku lupa bahwa aku pernah suka sama dia, pernah menghabiskan waktuku untuk ngobrol dengannya, untuk memperhatikannya.

God please listen my pray :)
Udah ah, pulang dulu yak :) ...

Comments

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...