Skip to main content

Kebakaran

Hi all, do u have a nice weekend? Kalian itu mbok ya kalo punya blog diupdate :p ... atau buat nyang belum punya blog, jangan cuman sekedar ngintip kabar ku doang, bikin blog kek ... huehehe ...

Btw, my nice weekend ended with a terrible thing happened this morning. Subuh, bahasa inggrisnya apa ya? The very morning :D ? Dini hari tadi, masih enak-enak tidur, sekitar jam 2.30, tiba2 terdengar suara tiang listrik dipukul2, ada orang histeris teriak-teriak "Bom .... !!!! Bom !!!!" *itu yang kedengaran di kupingku yang masih setengah tidur ini* Adduhhh, apaan seh itu. Tapi teriakan itu makin lama makin kenceng dan histeris, dan tiang listrik terus menerus dipukulin. Theng theng theng theng .... !!!!

Setengah geragapan aku terbangun, mencoba mencerna apa yang sedang terjadi. Sekejap kemudian aku cuma sempat menyambar handphone, cari kunci depan, lalu bergegas turun. Anak2 kost yang lain mulai bangun juga rupanya. Terus kami keluar. Orang-orang sudah mulai heboh. Waktu sampai gerbang depan, anak-anak kost depan juga sudah pada keluar.

Sekitar 50 meter di kiri rumah kost ku, sebuah rumah terbakar. Tepat di pojokan jalan, wartel di seberang Tovas (penjual roti bakar dan indomie - favorit anak2 setiabudi) terbakar habis. Seremmm banget. Api benar2 sedang ganas2 nya waktu kami turun. Dan yang membuat aku takut adalah kabel-kabel listrik yang banyak berjuntaian di sekitar tempat kebakaran itu. Alamak, kalau kabel-kabel itu sampai terjilat bunga api, kebakarannya bisa merambah ke mana2. Gawatsss ....

Dan yang menyebalkan, pemadam kebakarannya lamaaa banget datengnya *mungkin karena ditunggu-tunggu ya* Orang-orang semakin riuh, semua tetangga dibangunkan karena takut api ke mana2.

Untungnya lokasi kebakaran itu dekat dengan Regent Hotel dan Apartemen Kuningan. Beberapa saat kemudian orang-orang mulai sibuk menyemprotkan air dari hidran yang kemungkinan didapat dari hotel atau apartment. Fiuuuhhh, mulai lega. At least apinya gak bertambah besar.

Setelah bebarapa saat dan apinya mulai reda, aku masuk kost lagi. Lumayan deg-deg an juga ... Ini baru di Setiabudi, yang notabenenya di tengah kota, kawasan yang lumayan bagus dan tertata. Lah gimana kalo kejadiannya di pemukiman padat penduduk dengan gang-gang yang sempit? Oh noo ....

Jakarta, memang miskin dengan management kota yang baik. Banjir adalah contoh selain kebakaran ini. Sampai kapan ibukota kita terus begini?

Comments

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...
All of a sudden my thoughts fly to my old friends tonight. How are they all doing? I miss the good old days. I am here, content and happy, but somehow I still miss them. People come and go in your life, but true friends remain in the heart, no matter where they are now, right :) ?