Skip to main content

Hocus Pocus

Pengap banget neh, sejak tadi pagi AC building gak nyala, gara2 ada pemadaman listrik dari PLN, jadi pakai genset. Nah, dulu2, kalau ac nya tetep nyala, gensetnya suka gak kuat, jadi sekarang dimatiin.

Ngomong2, kemaren aku baca di salah satu milis, bahwa Vatikan membuka kursus mengusir setan. Nih petikan selengkapnya : ...

Suara Pembaruan, Jum'at, 18 Feb 2005

Vatikan Buka Kursus Mengusir Setan

UNIVERSITAS Vatikan meluncurkan sebuah kursus baru bagi para imam Katolik
untuk mengusir roh jahat dari orang yang kerasukan. Pelajaran di Athenaeum
Pontificum Regina Apostolorum akan mencakup sejarah Satanisme dan
konteksnya dalam Injil. Pelajaran-pelajaran praktis dalam bidang psikologi
dan hukum juga akan digelar.

Di Italia, orang sangat mencemaskan pengaruh aliran-aliran
Satanisme-lebih-lebih di kalangan kaum muda dan mereka yang mudah
terpengaruh. Selain itu, akan ada seminar-seminar di Athanaeum atau
Urpra-demikian tempat ini lebih dikenal-mengenai karya-karya pastoral,
spiritual, dan liturgi.

"Saya akan memasukkan perihal kekuatan supranatural-kehadiran Tuhan-dan
kemudian menyarankan agar orang yang dipilih untuk melakukan kerja ini
adalah orang yang bijaksana, dan mengetahui bagaimana mengumpulkan daya,
bukan hanya dari dirinya sendiri tetapi juga dari Tuhan," kata Romo Giulio
Savoldi yang telah menjadi pastor di Milan selama 20 tahun. (BBC/W-12)

===

My first reaction waktu baca artikel itu adalah: apa2an neh, kok kayak novel Harry Potter aja, dengan hocus pocus, setan hilang lah. Wah, kemunduran macam apa ini. Ini sudah abad 21, kok masih bersibuk2 dengan hal-hal begituan. Wong persoalan yang kasat mata aja banyak yang belum terselesaikan, ngapain juga ngurusin yang gak kasat mata.

Tapi percakapan dengan seorang teman yang punya sudut pandang beda kemaren lumayan membuka wawasanku. Ini petikannya, semoga dia gak keberatan komentarnya dikutip ;):

"nggak aneh lah.... 8D di situ kan jg dibilang kl diajarin jg ttg sejarah satanisme, trus ttg konteksnya dalam injil... intinya: kl di agama sendiri mengakui ttg keberadaan setan, ya konsekuensi logisnya --> akan ada hal2/sesuatu ttg setan yg ingin dketahui.... dan kl setan termasuk dikategorikan sebagai penggoda, sedangkan agama mengajarkan untuk menangkal godaaan a.k.a setan... ya kursus mecem gitulah yg muncul..... Jd... satanisme udah jd salah satu isme yg harus dipelajari... yg namanya belajar ya akhirnya jd kelas/kursus dan sejenisnya ..."

Intinya, temenku itu bilang, kursus itu gak sekedar hocus pocus doa untuk ngusir kuntilanak :) hehehe ... Tapi mencoba mempelajari dimensi lain itu melalui pendekatan yang berbeda, termasuk science. Apalagi ternyata pengadaan kursus itu dilatarbelakangi banyaknya orang yang terlibat 'ilmu-ilmu magic' dan pengen lepas drnya, tapi ternyata Gereja Katolik punya kesulitan untuk menolong mereka-mereka itu, karena gak semua pastor punya kemampuan dalam satanisme itu ... (hiii, bahasanya).

Yah, masuk akal lah ... Hmmm, siang2 ngomongin setan. Dah ah, balik kerja dulu ... hehehe ...

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...