Skip to main content
there is no use to go nowhere ...

Selamat pagi semuanya ...
Percakapan kemarin sore dengan seorang teman membawaku pada kesimpulan tersebut. Setelah sekian lama terlibat dalam sebuah relationship yang up - down, akhirnya mereka sampai pada muara hubungan tersebut. Berakhir dengan menyakitkan untuk salah satu pihak yang merasa ditinggalkan. Kesepian. Sendirian.

Perasaan sepi dan sendiri memang menyakitkan. Setiap orang butuh teman ngobrol,teman berbagi. If nobody's there, then this feeling comes. Perasaan itu pula yang membuat seseorang bertahan dalam ketidakjelasan. And so do I. Bukan pertama kali ini aku berada dalam lingkaran ketidakjelasan. Dan I have to admit that apa yang selama ini aku lakukan sering memperparah ketidakjelasan itu. Tapi gimana, when nobody else there for you, then you will go again and again for the same person. The same person yang pernah men-declared bahwa ia tidak mau berkomitmen dengan mu.

Then suddenly all the conversation lead me for the same conclusion. Buat apa semua itu Mit? Apa gunanya kamu berputar-putar dalam keadaan yang jelas2 tidak menjadi lebih baik setelah semua usaha yang kamu lakukan? ... Hmmm ... apakah benar semuanya tidak menjadi lebih baik? Tidak 100% begitu siih ... we're doing pretty good right now, and it doesn't come from nowhere, it comes from efforts, my efforts, his efforts maybe. Tapi, sampai kapan kamu mau menunggunya? Menggantungkan harapan dan ekspektasi kamu kepadanya?

Teuing, lieur. Kepalaku pusing. Apa yang ada di kepalaku, berbeda dengan apa yang ada di hatiku.

It's time to start working ... hehehe :)

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...