Skip to main content

Another cool book ...

Buat yang demen baca, especially yang demen "Sang Alkemis"-nya Paulo Coelho, there's another cool book from this author, judulnya "Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Tersedu" ...


Di tepi sungai Piedra

Ceritanya tentang sepasang kekasih masa kecil yang bertemu kembali ketika si lelaki telah menjadi pemimpin karismatis spiritual, dan sang perempuan telah menjadi perempuan yang matang dan mandiri (seperti aku :p? huehehehe ...). Bercerita dengan indah tentang konflik antara cinta yang ingin memiliki dan cinta yang membebaskan. Nah lo ... Bercerita pula tentang sisi feminin Tuhan, yang jarang dikupas oleh agama-agama besar di dunia ... kebetulan mirip dengan pembicaraan tentang sisi feminin Tuhan yang barusan aku baca di Da Vinci Code.

Bahasanya indah, mengalir dengan lancar dan menawan, juga mengobrak-abrik hati yang sedang berusaha melarikan diri dari yang namanya cinta *dangdut mode on :p*. Membius, sekaligus juga menyesakkan dada, sekaligus memberikan pembenaran bagi diriku - yang selalu berusaha mengikuti kata hati - no matter what people (baca: sobat2ku) call me ... si keras kepala yang gak bisa dibilangin :p

Buat yang ingin mengikuti kata hati, coba deh baca buku ini. Juga buat yang suka dengan kata-kata yang indah, dijamin menemukan kepuasan di kalimat-kalimat yang terangkai dalam novel ini ...

Cuma satu yang aku sayangkan dari novel ini, covernya asli dangdut abis !! Padahal isinya ... kereennn.

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...