Buat yang demen baca, especially yang demen "Sang Alkemis"-nya Paulo Coelho, there's another cool book from this author, judulnya "Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Tersedu" ...

Di tepi sungai Piedra
Ceritanya tentang sepasang kekasih masa kecil yang bertemu kembali ketika si lelaki telah menjadi pemimpin karismatis spiritual, dan sang perempuan telah menjadi perempuan yang matang dan mandiri (seperti aku :p? huehehehe ...). Bercerita dengan indah tentang konflik antara cinta yang ingin memiliki dan cinta yang membebaskan. Nah lo ... Bercerita pula tentang sisi feminin Tuhan, yang jarang dikupas oleh agama-agama besar di dunia ... kebetulan mirip dengan pembicaraan tentang sisi feminin Tuhan yang barusan aku baca di Da Vinci Code.
Bahasanya indah, mengalir dengan lancar dan menawan, juga mengobrak-abrik hati yang sedang berusaha melarikan diri dari yang namanya cinta *dangdut mode on :p*. Membius, sekaligus juga menyesakkan dada, sekaligus memberikan pembenaran bagi diriku - yang selalu berusaha mengikuti kata hati - no matter what people (baca: sobat2ku) call me ... si keras kepala yang gak bisa dibilangin :p
Buat yang ingin mengikuti kata hati, coba deh baca buku ini. Juga buat yang suka dengan kata-kata yang indah, dijamin menemukan kepuasan di kalimat-kalimat yang terangkai dalam novel ini ...
Cuma satu yang aku sayangkan dari novel ini, covernya asli dangdut abis !! Padahal isinya ... kereennn.

Di tepi sungai Piedra
Ceritanya tentang sepasang kekasih masa kecil yang bertemu kembali ketika si lelaki telah menjadi pemimpin karismatis spiritual, dan sang perempuan telah menjadi perempuan yang matang dan mandiri (seperti aku :p? huehehehe ...). Bercerita dengan indah tentang konflik antara cinta yang ingin memiliki dan cinta yang membebaskan. Nah lo ... Bercerita pula tentang sisi feminin Tuhan, yang jarang dikupas oleh agama-agama besar di dunia ... kebetulan mirip dengan pembicaraan tentang sisi feminin Tuhan yang barusan aku baca di Da Vinci Code.
Bahasanya indah, mengalir dengan lancar dan menawan, juga mengobrak-abrik hati yang sedang berusaha melarikan diri dari yang namanya cinta *dangdut mode on :p*. Membius, sekaligus juga menyesakkan dada, sekaligus memberikan pembenaran bagi diriku - yang selalu berusaha mengikuti kata hati - no matter what people (baca: sobat2ku) call me ... si keras kepala yang gak bisa dibilangin :p
Buat yang ingin mengikuti kata hati, coba deh baca buku ini. Juga buat yang suka dengan kata-kata yang indah, dijamin menemukan kepuasan di kalimat-kalimat yang terangkai dalam novel ini ...
Cuma satu yang aku sayangkan dari novel ini, covernya asli dangdut abis !! Padahal isinya ... kereennn.
Comments