Skip to main content

Outing

Senin pagi2, dah di BCA buat reconfiguration neh. Jauh-jauh hari aku sudah bilang, sebelum reconfiguration, backup dulu, backup dulu. Aku juga dah bilang, aku datang Senin pagi, jam 8.30. Nyampe di sini, permintaan yang sederhana itu nggak juga dijalankan oleh sang pemilik gawe :( ... Huuh, jadi lah aku bengong nungguin backup yang katanya bakal selesai barang 1 jam. Masalahnya, kalau aku balik ke kantor, bete juga kan bolak-baliknya ... karena targetku hari ini kelar ngurusin masalah ini.

Anyway, long weekend kemaren aku main ke Cisarua, cuma semalam, tapi lumayan have fun di sana. Sama siapa? Ke mana? Sama Crescamus, sebuah komunitas karyawan muda di Gereja Blok Q. Kok bisa nyasar ke situ? Apa seh yang gak bisa :p ? Daripada aku weekend nganggur, ntar kepikiran sing ora2 :p ... Motifnya balas dendam juga, gara2 gak jadi ikut gathering nya Single Katolik :)). Nah, pada saat yang bersamaan Mbak Fafa kakaknya Ibot, tiba2 kirim sms, ngajakin outing. Wuah, pas deh. Kali2 ada makhluk ganteng di situ *so what ya kalo ada yang ganteng :D*

Eeeh, di situ ketemu sama temen lama lagi. Dunia memang sempit. Gak nduga banget bakalan ketemu Martha alias Marto - PN 94 yang dulu sering nongkrong di GEMA. Gak cuma aku yang bengong, dia pun terbengong-bengong ketemu aku di situ.

Setelah perjalanan yang membosankan karena macet total di Ciawi, sampailah kami ke vila di desa Batu Layang itu. Wow, that's my first impression. Sebuah vila kecil yang tidak mewah, hanya terdiri dari 2 kamar tidur dan satu ruang tengah yang besar. Halamannya luas dengan landscape naik turun seperti umumnya rumah di tepi bukit. Suasananya sangat alami, lengkap dengan sebuah sungai kecil yang jernih mengalir di tepi vila.Vila tersebut dilengkapi sebuah beranda yang menghadap langsung ke arah ke sungai.

Andai saja itu milikku, wahhh, bayangkan, weekend di sana. Aku bakalan betah duduk seharian di beranda, ditemani secangkir kopi manis hangat dan sebuah buku *imagine it, imagine it!!* Apalagi kalau ditemani oleh 'seseorang yang tepat' :p ... *Alamak, si Mita ini gak bangun2 dari mimpi! :p*

Acaranya sendiri full of fun, walaupun aku awalnya cuma kenal Fafa dan Martha. Tapi it's okay lah, memang tujuanku untuk cari suasana baru, ketemu orang-orang baru, dan nyemplung ke komunitas baru. Ada Reta yang bocooor banget, sehingga suasana jadi hidup, ada Greg yang pendiam banget tapi akhirnya mbanyol juga, ada Yuki yang ternyata eks temen sekantornya Agnes *what a small world*, pokoknya, orang2nya seru2 deh! What about me? Me? Huehehe ... seperti biasa, kumat lagi ini penyakit kehilangan kata-kata. Jadilah aku si mita yang pendiam di sana. Duh duh duh, ini penyakit kok gak ilang2 ya ?! Tapi aku tetep enjoy kok ...

Ada satu peristiwa yang tiba2 bikin aku sedih kemaren. Di tengah2 acara yang fun abis, tiba2 ada sesi curhat tentang kisah cinta gitu. Karena emang acaranya sharing, harus fair dong. Hiks ... jadi sedih banget. Rasa sakit itu muncul lagi *anjrit, sakit banget ternyata* , dan bayangan nya berkelebat lagi :( ... Huhuhuuu, kenapa harus ada sharing itu, kan tujuanku ke sini mo ngelupain dia, mo seneng2, jadi diingetin deh. Yah, gitu deh. Hmm, anyway, this is just one episode of my life right? People come and go in our life ... I hope he will stay, but if he doesn't want, I can do nothing. Tapi plisss plissss *ditujukan untuk 'dia', kalau ternyata 'dia' baca posting ini*, please jangan nyakitin aku lagi dengan sikapmu yang kejam itu.

Hehehe ... kata Setio, yang penting usaha. Dan aku udah usaha dengan menceburkan diri ke komunitas baru buat seneng2, tul kan :D ?

Comments

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...