Terimakasih untuk secangkir kopi manis dan sepiring pisang bakar, yang telah membantuku menghilangkan kesesakan semalam.

Saat dunia runtuh, betapa senangnya bertemu seorang kawan lama untuk berbagi cerita. Berbagi cerita? Tidak, sebenarnya tadi malam pun aku tidak banyak bercerita kepadamu. Hatiku terlalu sakit, nafasku sesak, dan mataku pun masih merah bengkak karena menangis. Tetapi kamu tidak bertanya sepatah kata pun tentang hal itu. Seperti biasa kamu selalu mempuyai banyak cerita. Malam tadi pun kamu bercerita tentang berbagai hal, lengkap dengan bumbu-bumbu penuh tawa dan canda seperti biasanya. Seperti biasa kamu membuatku tertawa, melupakan kesesakan yang baru saja kualami. Sungguh, aku berterima kasih untuk itu. Sungguh beruntung dia yang menjadi kekasihmu ... :)

Saat dunia runtuh, betapa senangnya bertemu seorang kawan lama untuk berbagi cerita. Berbagi cerita? Tidak, sebenarnya tadi malam pun aku tidak banyak bercerita kepadamu. Hatiku terlalu sakit, nafasku sesak, dan mataku pun masih merah bengkak karena menangis. Tetapi kamu tidak bertanya sepatah kata pun tentang hal itu. Seperti biasa kamu selalu mempuyai banyak cerita. Malam tadi pun kamu bercerita tentang berbagai hal, lengkap dengan bumbu-bumbu penuh tawa dan canda seperti biasanya. Seperti biasa kamu membuatku tertawa, melupakan kesesakan yang baru saja kualami. Sungguh, aku berterima kasih untuk itu. Sungguh beruntung dia yang menjadi kekasihmu ... :)
Comments