Seperti doa litani yang terus menerus diulang, demikian juga di keluargaku hampir selalu saja ada yang tumbang karena penyakit. Aku sudah cukup terbiasa dengan keadaan ini sejak aku kecil, dan juga sudah mencicipi jadi bagian darinya, tiga kali masuk rumah sakit dan 5 tahun pertama kehidupanku.
Setelah tahun lalu Bude masuk ke RS Fatmawati (sampai akhir hayatnya) disusul dengan operasi by pass jantung Papa di RS Harapan Kita, kali ini yang tumbang adalah tanteku, satu-satunya adik yang dimiliki Mama. Hari Selasa yang lalu ia terkena stroke dalam usianya yang ke-52. Kalau kata banyak orang – termasuk mamaku dan nenekku – Tanteku itu terlalu serius dalam hidup, apa-apa dipikir, bahkan sampai hal-hal yang menurut orang lain tidak perlu dianggap serius sekalipun.
Perkataan tersebut mengingatkan aku pada percakapanku tempo hari dengan seorang pastor sahabat lama yang sok tahu – walaupun harus kuakui ia memang layak untuk sok tahu :) Dengan entengnya dia bilang , “Kamu apa-apa dipikir pakai logika. Hentikan kebiasaan itu kalau kamu mau selamat. Otherwise kamu akan lebih cepat sakit-sakitan after 40 ... “ Doenggg, vonis yang mengerikan !!! Dan kini aku lihat sendiri sample nya, tanteku sendiri ...
Hmm, memang sih, ada beberapa kebiasaanku yang harus kuubah, terutama kebiasaan mikir kayak “mikirin negara”. Sudah dulu ah, capek juga nungguin orang sakit ... ngantuk euyyy ...
Setelah tahun lalu Bude masuk ke RS Fatmawati (sampai akhir hayatnya) disusul dengan operasi by pass jantung Papa di RS Harapan Kita, kali ini yang tumbang adalah tanteku, satu-satunya adik yang dimiliki Mama. Hari Selasa yang lalu ia terkena stroke dalam usianya yang ke-52. Kalau kata banyak orang – termasuk mamaku dan nenekku – Tanteku itu terlalu serius dalam hidup, apa-apa dipikir, bahkan sampai hal-hal yang menurut orang lain tidak perlu dianggap serius sekalipun.
Perkataan tersebut mengingatkan aku pada percakapanku tempo hari dengan seorang pastor sahabat lama yang sok tahu – walaupun harus kuakui ia memang layak untuk sok tahu :) Dengan entengnya dia bilang , “Kamu apa-apa dipikir pakai logika. Hentikan kebiasaan itu kalau kamu mau selamat. Otherwise kamu akan lebih cepat sakit-sakitan after 40 ... “ Doenggg, vonis yang mengerikan !!! Dan kini aku lihat sendiri sample nya, tanteku sendiri ...
Hmm, memang sih, ada beberapa kebiasaanku yang harus kuubah, terutama kebiasaan mikir kayak “mikirin negara”. Sudah dulu ah, capek juga nungguin orang sakit ... ngantuk euyyy ...
Comments