Apa rasa kamu?
Capek, kosong, sedih ...
Kenapa sedih?
Sepi ... nggak ada temen deket yang bisa diajakin cerita
Ada sekian juta orang dan kamu merasa sepi ???
Apa tujuan mu?
Pingin rekoleksi, kembali berdoa, karena selama ini merasa malas berdoa ...
Kenapa kamu malas berdoa?
Karena ... saya tidak merasakan kebutuhan untuk berdoa ...
Kenapa tidak butuh berdoa?
Karena, saya orangnya sangat logis. Semua saya analisa dan saya pikirkan berdasarkan hubungan sebab akibat yang kelihatan. Kalau yang tidak kelihatan, seperti kekuatan doa, saya nggak bisa mencernanya.
. Karena kamu tidak MERASA. Kamu hidup tanpa rasa, kamu tidak bisa merasakan.
Lihat daun meja ini. Kesatuan yang ada di atas meja, dan di bawah meja, merupakan sebuah ekosistem. Yang di atas adalah kesadaran kita. Yang di bawah adalah alam bawah sadar kita. Daun meja itu adalah rasio kita, defense mechanism kita.
Kamu lihat, defense mechanism kamu begitu besar ... Kamu bisa merasa, tapi kamu menolak rasa itu, kamu selalu menggunakan logika kamu. Dan lihat akibatnya, defense mechanism, logika itu telah menjajah wilayah rasa. Penjajahan terbesar adalah penjajahan rasio terhadap rasa. Kamu tolak perasaanmu, kamu tamengi dirimu dengan berbagai tameng. Kamu kuat di luar, keropos di dalam.
Selama 27 tahun, kamu tolak perasaan, kamu jadikan itu kebiasaan, kamu tidak mau mengakui perasaan kamu. Kalau kamu ingin selamat, hentikan kebiasaan itu. Sekarang cobalah merasakan. Apa perasaan kamu? Rasakan ... ikuti rasa itu ... berhenti menganalisa, berhenti berpikir.
Capek, kosong, sedih ...
Kenapa sedih?
Sepi ... nggak ada temen deket yang bisa diajakin cerita
Ada sekian juta orang dan kamu merasa sepi ???
Apa tujuan mu?
Pingin rekoleksi, kembali berdoa, karena selama ini merasa malas berdoa ...
Kenapa kamu malas berdoa?
Karena ... saya tidak merasakan kebutuhan untuk berdoa ...
Kenapa tidak butuh berdoa?
Karena, saya orangnya sangat logis. Semua saya analisa dan saya pikirkan berdasarkan hubungan sebab akibat yang kelihatan. Kalau yang tidak kelihatan, seperti kekuatan doa, saya nggak bisa mencernanya.
Lihat daun meja ini. Kesatuan yang ada di atas meja, dan di bawah meja, merupakan sebuah ekosistem. Yang di atas adalah kesadaran kita. Yang di bawah adalah alam bawah sadar kita. Daun meja itu adalah rasio kita, defense mechanism kita.
Kamu lihat, defense mechanism kamu begitu besar ... Kamu bisa merasa, tapi kamu menolak rasa itu, kamu selalu menggunakan logika kamu. Dan lihat akibatnya, defense mechanism, logika itu telah menjajah wilayah rasa. Penjajahan terbesar adalah penjajahan rasio terhadap rasa. Kamu tolak perasaanmu, kamu tamengi dirimu dengan berbagai tameng. Kamu kuat di luar, keropos di dalam.
Selama 27 tahun, kamu tolak perasaan, kamu jadikan itu kebiasaan, kamu tidak mau mengakui perasaan kamu. Kalau kamu ingin selamat, hentikan kebiasaan itu. Sekarang cobalah merasakan. Apa perasaan kamu? Rasakan ... ikuti rasa itu ... berhenti menganalisa, berhenti berpikir.
Comments