Skip to main content

@ home ...

What is home? Home is a place where your soul belongs to ... hehehe ... at least that's my definition for 'home'.

I am home now ... in a small town called Jogja. Jauh dari hingar bingar Jakarta dengan segala kesibukannya. Jauh dari pencakar2 langit di Sudirman, suasana anak kost di Setiabudi, kesibukan kerja 9 to 5, hang out sehabis kerja. Semua nya kutinggalkan sejenak.

Di sini yang ada hanya suara sepeda motor, sepetak sawah yang tersisa di depan rumah (entah berapa lama lagi akan bertahan), dinginnya udara malam di Jogja (yang kalau siang panas menyengat!!).

This is my favorite place to run away, to hide away, from all problems and troubles I left at Jkt. Memang aku harus menghadapinya lagi sepulang aku dari sini. Masalah itu tetap akan ada, dia akan tetap di sana. Yang kuharapkan di sini adalah istirahat sejenak, mengumpulkan kekuatan dan keberanian untuk kembali pulang ke Jkt.

Kalau aku di rumah, rasanya damaaai banget, tenaaang banget. Sekalut apa pun aku, seolah ada yang melindungiku. Aku gak perlu pergi ke mana2 untuk membuang rasa kalutku, aku cukup tinggal di rumah, berdiam diri, tidur, dan aku merasa ada yang menjagai dan melindungiku. Ini beda dengan kalau aku di Jkt, setiap kali aku ada masalah, aku gak betah tinggal di kost. Rasanya gerah, uncomfortable, dan tidak terlindungi.

Semua orang senang pulang, demikian juga aku. I am home now, at least for another 2 days I am still at home.

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...