Inget nggak kamu kalau kamu pernah bilang bahwa aku punya masalah untuk menyampaikan apa yang aku mau, apa lagi kalau aku harus mengatakan tidak?
Apa kamu inget juga bahwa jauuh sebelum kamu mengatakan itu, aku pernah cerita ke kamu tentang betapa dekatnya sepupuku, dik Ilud, sama mamaku. Mereka doyan nggosip dan ngrumpi bersama. Mamaku betah telpon interlokal bermenit2 sama keponakannya, sementara kalo sama aku cuma standar doang.
Waktu itu aku bilang ke kamu, aku emang nggak pernah cerita2 dan curhat ke mamaku, padahal sepupu2 ku dan teman2ku bisa cerita2 dan bercanda dengan mamaku. Waktu itu sambil ketawa2 kamu bilang,
"Berarti masalahnya ada di kamu Mit, bukan di nyokap kamu ... hehehe ... "
Iya, emang aku susaah banget buat ngomong sama nyokapku, semua aku pendam sendiri ... sampai panas di kepala dan perih di hati pun ... aku gak pernah ngomong ke nyokap. Benernya, aku cuma nggak pengen nyokap liat aku nangis ...
Tapi sore ini, aku melakukannya. Aku cerita ke nyokapku tentang aku, tentang apa yang menggangguku ... sekaligus menjawab pertanyaan yang timbul kenapa aku tiba2 pulang ke Jogja. It was hard at the first time, but first step is always hard, right? Aku melakukannya, bukan semata2 karena aku udah gak kuat lagi menanggung bebanku sendirian, tapi karena aku ingin berubah. Aku ingin lebih terbuka, aku ingin lebih komunikatif ke orang. Aku nggak ingin menelan semua masalah, kemarahan, atau emosiku sendirian seperti yang kamu bilang tentang aku ...
Apa kamu inget juga bahwa jauuh sebelum kamu mengatakan itu, aku pernah cerita ke kamu tentang betapa dekatnya sepupuku, dik Ilud, sama mamaku. Mereka doyan nggosip dan ngrumpi bersama. Mamaku betah telpon interlokal bermenit2 sama keponakannya, sementara kalo sama aku cuma standar doang.
Waktu itu aku bilang ke kamu, aku emang nggak pernah cerita2 dan curhat ke mamaku, padahal sepupu2 ku dan teman2ku bisa cerita2 dan bercanda dengan mamaku. Waktu itu sambil ketawa2 kamu bilang,
"Berarti masalahnya ada di kamu Mit, bukan di nyokap kamu ... hehehe ... "
Iya, emang aku susaah banget buat ngomong sama nyokapku, semua aku pendam sendiri ... sampai panas di kepala dan perih di hati pun ... aku gak pernah ngomong ke nyokap. Benernya, aku cuma nggak pengen nyokap liat aku nangis ...
Tapi sore ini, aku melakukannya. Aku cerita ke nyokapku tentang aku, tentang apa yang menggangguku ... sekaligus menjawab pertanyaan yang timbul kenapa aku tiba2 pulang ke Jogja. It was hard at the first time, but first step is always hard, right? Aku melakukannya, bukan semata2 karena aku udah gak kuat lagi menanggung bebanku sendirian, tapi karena aku ingin berubah. Aku ingin lebih terbuka, aku ingin lebih komunikatif ke orang. Aku nggak ingin menelan semua masalah, kemarahan, atau emosiku sendirian seperti yang kamu bilang tentang aku ...
Comments