Skip to main content

Reflected experience

Ada quote bagus dari Sigit, dia bilang gini
"People say that experience is a good teacher, but actually reflected experience is the best teacher"
Maksud gua, kalo pengalaman itu tidak direfleksikan, ia akan berlalu begitu saja ... tidak memberikan pelajaran yang berguna bagi kita.

Temenku yang satu ini emang T O P banget soal refleksi. Baginya, semua kejadian dalam hidup, which is not only coincident, harus direfleksikan, dan dijadikan bekal untuk maju ...

Talking bout experience, pengalaman ku gagal interview actually sangat membekas dan bikin aku takut untuk apply2 lagi, tapi mungkin ini saatnya untuk mencoba sesuatu yang baru. Jadi beberapa hari ini aku sedang mencoba untuk mengumpulkan kekuatan untuk mencoba job hunting lagi ... walaupun cv pun baru sekedar orat oretan ... hehehe ...

Yupe, pengalaman, apalagi yang sangat manis atau yang sangat pahit pasti akan sangat membekas. Kadang2 yang sangat manis itu melenakan, dan yang sangat pahit itu membuat kita terpuruk. It also happened to me. Some bad memories kadang2 membuat aku takut buat mencoba maju, takut hal itu akan kejadian lagi. Till seorang teman berkata begini, "Mita, kadang2 ada hal2 yang kita ingin lupakan, tapi ternyata memang tidak bisa dilupakan". Dan ketika itu terjadi, seperti yang terjadi padaku sekarang, aku mencoba menempatkan unforgettable things tersebut sebagai sepenggal sejarah atau kisah yang pernah terjadi, tapi itu ada di masa yang telah lalu. Yang bisa kulakukan hanyalah menimba pelajaran dari padanya ... bukan terus menengok ke belakang. Salah2 aku masuk ke lobang yang ada di depanku :)

Hehehe ... it feels good for me that finally I can feel this way, and can write this thing on my blog :) ... With God's help, semoga aku bisa merefleksikan semua yang sudah terjadi itu menjadi bekalku untuk maju ke depan ...

Ad Maiorem Dei Gloriam - Demi semakin mulianya nama Tuhan ...

Thanks God for making me feeling better right now, semoga semua ini awal yang baik ya ...

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...