Hey, liat, I am @ home … liat, aku mau cerita tentang semuanya yang ada di sini. My home is still the same … masih teduh, dengan pohon2 yang ada di depan rumahku seperti yang pernah aku ceritakan ke kamu, masih ada pohon mangga, rambutan, dan jambu air. Sayang, belum musim mangga. Pohon2 itu enggak gede2 banget, tapi daunnya rimbun, sampai2 suasana ruang tamu di rumahku kalau pintu depan gak di buka temaram gitu …
Di sini tenang, jauh dari suasana kost kost an di Setiabudi yang riweuh banget itu … Sebenernya tenang2 banget juga enggak, sekitar 500 meter dari rumahku sudah jalan raya Jogja Solo yang sibuk banget dengan bis2 antar kota yang keadaannya sangat menyedihkan itu, di samping itu juga dari rumahku sering kedengeran bunyi pesawat yang sedang landing ataupun take off. But still, it’s so peaceful …
Di sini adanya panen ikan gurameh … Kolamnya kecil, cuma 2 petak, satu petak isinya ikan nila, dan satu petak lainnya gurameh. 2 hari yll aku lihat ada mesin diesel tergeletak di halaman samping, waktu aku tanya pembantuku, dia bilang mesin itu untuk menguras kolam di belakang … lumayan lho hasil panen guramehnya. Dari 100 bibit yang ditebarkan sekitar hampir 2 tahun yll, masih bertahan 82 ekor, rata2 satu kiloan beratnya. Dijual ke tanteku yang punya rumah makan ikan dalam keadaan hidup, harganya sekilo 15 ribu, yah lumayan lah dapet sekitar 1.2 juta. Dengan modal 150 an ribu untuk beli bibit, tambah biaya buat beli makanannya … dan gak kehitung kesenengan bokapku liat ikan2 … uang segitu boljug lah … Apalagi ikan gurameh itu gak rewel, mau juga dikasih makan daun pepaya, rumput2an, atau nasi sisa, jadi jatuhnya lebih murah, nggak perlu selalu dikasih pakan ikan buatan.
Omong2 tentang binatang, kemaren sepupu2 ku ngajakin aku ke klinik hewan, buat beli shampo anjing (ck ck ck … mahal betul ya biaya perawatan hewan peliharaan). Baru kali ini aku ke klinik hewan, suasananya menyenangkan banget, enggak seperti pet shop eksklusif seperti yang ada di tivi2 …hehehe … Kliniknya sederhana, tapi lengkap, bahkan ada rontgen untuk hewan segala. Di sana kami ketemu sama burung beo putih hasil tangkaran, yang jinaak banget. Saking jinaknya, dia seneng banget di elus2, persis kayak anjing. Kalau dielus2 dia langsung jadi aleman … hahaha … kayak manusia aja ya :p … Si Beo ini hasil persilangan, bokap nyokapnya terbilang satwa yang dilindungi, tapi dia enggak. Biar gak terbang (takutnya diketapel orang iseng), sebagian bulu di sayapnya di potong. Makanya kalau ngikutin kita, dia cuma bisa jalan, persis kayak pinguin. Ayo sini, maka si beo itu pun ngikutin kita, lucuuu banget deh. Sayangnya dia punya kebiasaan jelek, suka ngegigit benda2 plastik, atau juga telinga … makanya hati2 kalau dia menclok di bahu kita … hahaha …
Berada di rumah itu memang selalu menyenangkan ya ? Apalagi being surrounded by people you love most… hmmm … ini saatnya buat mengumpulkan tenaga, untuk kembali menghadapi Jakarta. I did thinking about us … itu gak bisa dihindari, karena itu salah satu alasanku pulang ke rumah. Aku gak pengen sendirian di Jakarta di saat aku nggak pengen sendirian … Aku berusaha melihatnya dari sisi yang positif … sayangnya kadang2 aku gak tahan. Apakah kita akan kembali menjadi 2 orang teman yang sekedar kenal seperti beberapa bulan yang lalu? Ketemu tanpa sengaja di kawinan teman, bercakap dan say hello sekedarnya seperti kita tidak pernah saling bercerita panjang lebar selepas lelah bekerja? Apakah kita akan jadi seperti itu? Atau suatu saat bisa kembali tertawa bersama sebagai 2 teman ngobrol?
Sayang, cuma waktu yang bisa menjawabnya …
Di sini tenang, jauh dari suasana kost kost an di Setiabudi yang riweuh banget itu … Sebenernya tenang2 banget juga enggak, sekitar 500 meter dari rumahku sudah jalan raya Jogja Solo yang sibuk banget dengan bis2 antar kota yang keadaannya sangat menyedihkan itu, di samping itu juga dari rumahku sering kedengeran bunyi pesawat yang sedang landing ataupun take off. But still, it’s so peaceful …
Di sini adanya panen ikan gurameh … Kolamnya kecil, cuma 2 petak, satu petak isinya ikan nila, dan satu petak lainnya gurameh. 2 hari yll aku lihat ada mesin diesel tergeletak di halaman samping, waktu aku tanya pembantuku, dia bilang mesin itu untuk menguras kolam di belakang … lumayan lho hasil panen guramehnya. Dari 100 bibit yang ditebarkan sekitar hampir 2 tahun yll, masih bertahan 82 ekor, rata2 satu kiloan beratnya. Dijual ke tanteku yang punya rumah makan ikan dalam keadaan hidup, harganya sekilo 15 ribu, yah lumayan lah dapet sekitar 1.2 juta. Dengan modal 150 an ribu untuk beli bibit, tambah biaya buat beli makanannya … dan gak kehitung kesenengan bokapku liat ikan2 … uang segitu boljug lah … Apalagi ikan gurameh itu gak rewel, mau juga dikasih makan daun pepaya, rumput2an, atau nasi sisa, jadi jatuhnya lebih murah, nggak perlu selalu dikasih pakan ikan buatan.
Omong2 tentang binatang, kemaren sepupu2 ku ngajakin aku ke klinik hewan, buat beli shampo anjing (ck ck ck … mahal betul ya biaya perawatan hewan peliharaan). Baru kali ini aku ke klinik hewan, suasananya menyenangkan banget, enggak seperti pet shop eksklusif seperti yang ada di tivi2 …hehehe … Kliniknya sederhana, tapi lengkap, bahkan ada rontgen untuk hewan segala. Di sana kami ketemu sama burung beo putih hasil tangkaran, yang jinaak banget. Saking jinaknya, dia seneng banget di elus2, persis kayak anjing. Kalau dielus2 dia langsung jadi aleman … hahaha … kayak manusia aja ya :p … Si Beo ini hasil persilangan, bokap nyokapnya terbilang satwa yang dilindungi, tapi dia enggak. Biar gak terbang (takutnya diketapel orang iseng), sebagian bulu di sayapnya di potong. Makanya kalau ngikutin kita, dia cuma bisa jalan, persis kayak pinguin. Ayo sini, maka si beo itu pun ngikutin kita, lucuuu banget deh. Sayangnya dia punya kebiasaan jelek, suka ngegigit benda2 plastik, atau juga telinga … makanya hati2 kalau dia menclok di bahu kita … hahaha …
Berada di rumah itu memang selalu menyenangkan ya ? Apalagi being surrounded by people you love most… hmmm … ini saatnya buat mengumpulkan tenaga, untuk kembali menghadapi Jakarta. I did thinking about us … itu gak bisa dihindari, karena itu salah satu alasanku pulang ke rumah. Aku gak pengen sendirian di Jakarta di saat aku nggak pengen sendirian … Aku berusaha melihatnya dari sisi yang positif … sayangnya kadang2 aku gak tahan. Apakah kita akan kembali menjadi 2 orang teman yang sekedar kenal seperti beberapa bulan yang lalu? Ketemu tanpa sengaja di kawinan teman, bercakap dan say hello sekedarnya seperti kita tidak pernah saling bercerita panjang lebar selepas lelah bekerja? Apakah kita akan jadi seperti itu? Atau suatu saat bisa kembali tertawa bersama sebagai 2 teman ngobrol?
Sayang, cuma waktu yang bisa menjawabnya …
Comments