Skip to main content

Annelies

Tadi pagi aku berangkat rada telat, gara2 iseng nyelesein novel dulu ... hahaha ... parah. Emang telat banget :p orang lain dah heboh sejak jaman kapan ... aku baru baca Pramoedya sekarang. Kuno, ketinggalan jaman, bebal, etc etc .. terserah deh hehehe. Anyway, aku sebel banget ama tokoh Annelies di novel itu. Cewek indo, cantik, kaya, hmmm kurang apa coba. Tapi rapuh banget. Begitu cowoknya gak tinggal bareng dia lagi, langsung sakit keras, demam. Ada masalah dikit, sakit lagi. Ihh, segitu cengengnya :( ... ato mungkin itu tipikal cewek awal abad 20?

Bukan berarti aku nggak cengeng lho *buru2 mencari pembenaran sebelum diprotes :))* Sedih sih sedih ... nangis sih nangis aja ... tapi menurutku, jadi cewek itu harus mandiri. Gak boleh tergantung sama orang lain, apalagi tergantung sama pasangan. Dah kuno. Apalagi dengan struktur sosial yang mau gak mau harus diakui masih sering memandang cewek itu lebih rendah dari cowok, maka harus lebih mandiri lagi dong. Maksudku gini, ok lah kalau aku (misalnya) punya tampang cantik, kerjaan ok, pasangan ada, maka beruntunglah aku. Lha kalo nggak? Siap2 dengan pandangan masyarakat yang suka dengan sinis bertanya, "Apalagi sih yang ditunggu, kapan nikah?" ... atau diam2 memandang kita sebagai makhluk aneh karena hidup sendirian. Nah, kalau kita termasuk golongan yang kurang beruntung itu, maka mau gak mau kita harus jadi cewek yang lebih mandiri dong biar bisa survive ... sukur2 nemu pasangan (yang mo menerima kemandirian kita dan duduk sejajar sama kita ...)

Hehehe ... apaan sih ini, siang2 ngelantur kayak gini. Yah, it's only my thought which suddenly came over my mind ... Bukan berarti aku juga selalu mandiri dan tegar, at least, itu yang selalu aku usahakan selama ini hehehe ...

Hhhh, sudahlah. Back to work again. Anyway, I am missing my best friend, nonton Angelique Widjaja ke Bali gak pulang2, jadi belum bisa cerita menumpahkan uneg2 neh :)

Comments

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...