Skip to main content

Imaginary letter for Wi

Dear Wi ... hhhhhhh, jadi kangen cerita2 sama kamu, dan lama kita gak ketemu ya. Terakhir ketemu di Jogja pun garing pisan, basa basi banget. Salah ku kali yak :), kalau aku kecewa ama seseorang, susah banget buat mengembalikan kepercayaan yang telanjur hilang itu.

Wi, aku pengen tanya sama kamu, what is your life for? Pertanyaan yang sama ... selalu pertanyaan itu ... dari dulu ... terus ... dan terus ... Stuck on the same question, why I am here right now?

Wi ... pernah gak kecewa sama orang, sama hidup kamu, mungkin sama Tuhan, lalu muncul pertanyaan semuanya untuk apa, sampai kapan bakal begini terus, apa sesuatu bakal berubah? Pasti pernah ya ... kamu pernah cerita tentang itu beberapa tahun yang lalu, kamu tanya, kenapa Benny harus meninggal, kenapa kamu harus kena typus, kenapa harus gundul, etc, etc. Wi, kamu menemukan jawabannya gak?

Mungkin pada dasarnya semua orang itu sama ya. Sekitar sebulan yll, teman ku tanya hal yang sama ke aku. "Habis operasi empedu ini, apa lagi ya Mit?. Kepala udah benjol, kaki udah dipermak, ginjal juga dah pernah cuci darah." "Apa kejadiannya berulang tiap 3 tahun sekali ya?"

Hehe, kalau aku liat kalian, mungkin kalian boleh nge-judge aku kurang bersyukur kali ya. Dengan segala yang aku punya, dibandingkan dengan beban yang kalian alami, aku masih aja bertanya, kenapa harus gini, kenapa harus gitu :)

Tapi masih Wi, masih tetep ... pertanyaan yang sama ... why I am stuck here ... dah gitu, ditambah rasa sepi Wi, sepi sekali rasanya. Aku selalu bilang, gak boleh bergantung sama orang lain, either pasangan atau sahabat :) ... tapi rasanya sepiii banget.

Tau apa yang aku lakukan untuk ngilangin sepi itu Wi? Renang sampai capee bgt :) Oh ya Wi, ada satu lagi kesibukan baru buat ngilangin sepi itu. Aku ikutan teman kantorku ngajar anak2 kecil tiap Sabtu pagi, sayangnya jauh Wi, di Kelapa Gading. Aku lagi nyobain, berapa lama aku bisa betah dan bertahan di situ.

Ah, bosen ah mellow mellow gak jelas gini. Tar aku mo cari sesuatu yang lucu buat posting :) ... mumpung Jumat, jam makan siangnya lama ... hehehe ...

Comments

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...