Skip to main content

Lagi2 hasil blogwalking ...

Wah, lama gak apdet nih :) ... Belakangan aku sibuk gak jelas, kerjaan gak sibuk2 amat, main juga gak sering2 amat, don't know ... mungkin males apdet aja kali ya ...

Tadi sempet baca blog nya temenku (aku curang, sering blogwalking, tapi dia gak tau kalo aku punya blog :p), dia lagi ngangkat topik - Kalo cowok ninggalin cewek nya setelah mereka ML. Dari topik itu ... nyambung nyambung ke personal opionnya tentang sex before marriage. Di luar segala baju agama, dia bilang, dia gak anti sama sex before marriage, tapi juga bukan penganut sex bebas. He just said that ... kalo elu mau ngelakuin hubungan sex, lakukan karena elu menginginkannya, dan harus siap dengan segala konsekuensinya. Dan yang terutama, bodoh betul kalo ngelakuin hubungan sex cuma karena ngebuktiin cinta kamu ke seseorang.

Fair enough ... kalo aku memandang orang lain - whether they do ML or not, itu bukan urusanku, itu masalah personal mereka, yang penting mereka udah dewasa, dan tahu dengan segala konsekuensi dan tanggung jawab dari setiap tindakan yang mereka lakukan.

But for myself, I won't do that. Simpelnya, aku gak siap dengan konsekuensi yang harus ditanggung. Kalau mau lebih filosofisnya ... aku mau menjaganya buat orang yang diberikan Tuhan kalau aku merit ntar. Kalau di liat dari segi agama ... huah, I don't know whether aku masih orang katolik yang baik atau nggak. Tapi yang jelas, menggunakan badan dengan tidak bertanggung jawab itu salah, karena *katanya* Tuhan itu ada di diri kita, badan kita itu rumah Nya.

Anyway, aku cukup kaget waktu baca tulisan itu ...
Ah, sudahlah ... toh semua orang boleh berpendapat apa saja ...

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...