Jakarta menangis lagi, begitu judul di SCTV semalam ....
Ya, another bomb blast, kali ini di depan Kedubes Australia. Baru setahun yll kejadian di Marriot, sekarang lagi :(
Tahun lalu, aku sedang training di Spore, jadi cuma terbengong2 melihat headline berita tentang Marriot yang luluh lantak. Teman2 di kantor heboh banget dengan bom Marriot, maklum, jarak kantorku dengan Marriot terbilang deket. Aku bisa liat Marriot dari jendela di belakang tempat dudukku. Jadi waktu itu gak banget2 shock nya.
Kali ini aku merasakan sendiri kejadiannya. Waktu aku sedang di depan komputer, tiba2 buuum, ada bunyi ledakan keras, disusul guncangan. Yang pertama kali terlintas di kepala 'BOM', tapi gak tau di mana. Cepet2 semua orang pergi ke jendela, dan ada asap putih, tebal, kayak cendawan atau gunung meletus dari arah Sentra Mulia, makanya tadinya aku pikir Sentra Mulia yang kena, karena di situ lumayan banyak perusahaan asing. Tapi sebagian belum ngeh, temenku ada yang masih bilang "Kali ngeruntuhin gedung Setiabudi building ... " "Ah, gak mungkin, bioskop 21 nya barusan dibuka", bantahku. Di ym, orang2 mulai pasang status nya - bom - wah, simpang siur banget. Di radio ada yang bilang Plaza 89, Kedubes Australia, etc ... yang jelas, bomb.
Tapi business goes as usual. Pulangnya, mulai bingung, mo lewat mana neh ... aku biasanya naik kopaja sepanjang kuningan, tapi di depan Kedubes pasti gak boleh lewat dong, police line. Ternyata jalanan sudah ditutup sejak habis Casablanca. Ya sudah, aku iseng jalan kaki.
Sampai di lokasi kejadian (gak boleh masuklah, di luar police line ...) it really shocked everyone there ... Gedung2 di sekitar kacanya pecah hancur lebur. Jadi kayak kota mati di film2. Semua orang di sekitar situ bengong menatap hancur lebur nya tempat itu. Senyap ... semua shocked ... semua pilu ngeliatnya ... Di kost, nonton tv, tayangan bikin tambah miris dan pilu.
Gak habis pikir, apa maunya orang2 itu. Cuma satu kata, *keji* ... dengan tujuan atau alasan apapun, gak ada yang bisa dibenarkan dari pemboman itu.
Turut berduka cita buat para korban, semoga mendapatkan kedamaian di sisiNya. Sampai kapan Indonesia terus ditimpa terror bom? We're just lucky not to be there ... it could happen anywhere, anytime ...
Ya, another bomb blast, kali ini di depan Kedubes Australia. Baru setahun yll kejadian di Marriot, sekarang lagi :(
Tahun lalu, aku sedang training di Spore, jadi cuma terbengong2 melihat headline berita tentang Marriot yang luluh lantak. Teman2 di kantor heboh banget dengan bom Marriot, maklum, jarak kantorku dengan Marriot terbilang deket. Aku bisa liat Marriot dari jendela di belakang tempat dudukku. Jadi waktu itu gak banget2 shock nya.
Kali ini aku merasakan sendiri kejadiannya. Waktu aku sedang di depan komputer, tiba2 buuum, ada bunyi ledakan keras, disusul guncangan. Yang pertama kali terlintas di kepala 'BOM', tapi gak tau di mana. Cepet2 semua orang pergi ke jendela, dan ada asap putih, tebal, kayak cendawan atau gunung meletus dari arah Sentra Mulia, makanya tadinya aku pikir Sentra Mulia yang kena, karena di situ lumayan banyak perusahaan asing. Tapi sebagian belum ngeh, temenku ada yang masih bilang "Kali ngeruntuhin gedung Setiabudi building ... " "Ah, gak mungkin, bioskop 21 nya barusan dibuka", bantahku. Di ym, orang2 mulai pasang status nya - bom - wah, simpang siur banget. Di radio ada yang bilang Plaza 89, Kedubes Australia, etc ... yang jelas, bomb.
Tapi business goes as usual. Pulangnya, mulai bingung, mo lewat mana neh ... aku biasanya naik kopaja sepanjang kuningan, tapi di depan Kedubes pasti gak boleh lewat dong, police line. Ternyata jalanan sudah ditutup sejak habis Casablanca. Ya sudah, aku iseng jalan kaki.
Sampai di lokasi kejadian (gak boleh masuklah, di luar police line ...) it really shocked everyone there ... Gedung2 di sekitar kacanya pecah hancur lebur. Jadi kayak kota mati di film2. Semua orang di sekitar situ bengong menatap hancur lebur nya tempat itu. Senyap ... semua shocked ... semua pilu ngeliatnya ... Di kost, nonton tv, tayangan bikin tambah miris dan pilu.
Gak habis pikir, apa maunya orang2 itu. Cuma satu kata, *keji* ... dengan tujuan atau alasan apapun, gak ada yang bisa dibenarkan dari pemboman itu.
Turut berduka cita buat para korban, semoga mendapatkan kedamaian di sisiNya. Sampai kapan Indonesia terus ditimpa terror bom? We're just lucky not to be there ... it could happen anywhere, anytime ...
Comments