Skip to main content

Kenapa aku ngeblog

Awalnya aku ngeblog waktu aku lagi suntuk sekalee dan ngerasa gak puguh kalo cerita ke orang lain, ternyata nulis di blog cukup membantu melegakan apa yang aku rasakan. Kebiasaan itu berlangsung cukup lama, kalau lagi suntuk terutama, blog adalah tempatku lari. Di situ aku bebas nulis apa aja, karena kebetulan aku gak hanya publish blog itu ke beberapa dari sahabat2 terdekatku yang tidak keberatan membaca sumpah serapahku :) Sementara kalo lagi hepi, blog dilupakaaann huehehe ... itu mah kata sobatku. Benernya enggak lagi, cuma kebetulan aja pas lagi sibuk.

Sampai beberapa saat yll, aku nggak berniat mem-publish blog ku ini, yah, till the accident happened hahaha :p Gak tau deh aku harus terimakasih ato mencak2 gara2 kejadian itu. Hmmm, kayaknya harus makasih deh. Thx ya :)!

Karena telanjur ada yang tau, akhirnya pelan2 aku publish juga (setelah di-edit sana sini tentunya ;). Belum sempurna seh, belum dikasih shoutbox segala macem, because I really really hate editing HTML code ... not a good Informatician, am I :p ? Ada yang mau bantu :) ?

Sisi menarik nge-blog benernya sama dengan diary atau buku harian. Cuma buat aku, lebih comfortable nge-blog karena bisa diakses dari mana pun, dan tanganku lebih terbiasa ngetik daripada harus nulis, pegel boo :p Dengan nge-publish blog, pasti ada keuntungan dan kerugiannya. Sisi yang baik dulu deh, keuntungannya. Aku punya beberapa sahabat yang tinggalnya jauh banget, dan bisa dibilang sekarang kami cuma bisa kontak via email. Akhir2 ini pun rasanya garing, jarang banget email2an sama mereka, kalau bisa dibilang gak pernah (fiuuuh, Ito, Shirley, Shannon, aku jadi inget kalian :). Moga2 blog ini bisa jadi ajang komunikasi, paling nggak mereka jadi tau kabarku ... hehehe ... Trus, kalau sebuah blog dipublish, orang pasti bisa mengenal kita lebih baik dari cara nulis kita, dari cara mikir kita. Kita bisa share pengalaman dan pikiran dengan lebih gampang. Cukup memperkaya deh pokoknya :)

Sisi jeleknya, aku gak bisa mencak2 sesukanya lagi neh di sini ... hahaha. Hmmm, I'm quite introvert, aku gak bisa cepet deket sama orang, jadi aku juga mempercayakan curhatku ke beberapa orang sahabatku aja. Makanya, kadang aku takut mengungkapkan keinginanku, perasaanku, pikiranku, even di blog ku sendiri. Takut kalau yang baca tersinggung dan gak terima, and it can ruin our friendship, partnership, relationship, or whatever it is. Tapi mungkin ini saatnya buat berubah ya, mencoba menjadi lebih terbuka. Kalaupun ada orang yang courious dan nanya hal2 yang enggak aku sukai, toh aku selalu punya option untuk tidak menjawabnya ... hahaha ...

Gimana pendapat kalian teman2? I really appreciate any comments ... Thanks ...

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...