Skip to main content

Surat yang indah dari temenku

Tadi ada email yang bagus dari temanku. Sangat berkesan, makanya aku tulis di sini.

untuk semuanya.
kesuntukan, beban kerja yang gak jelas untuk apa & untuk siapa, idealisme yang dulu membara dan sekarang tak bermuara, jodoh yang gak jelas ke mana (hehehehehe......), kekecewaan dengan dunia nyata yang tak seindah dunia mahasiswa, semestinya sih itu pernah melanda semua manusia normal.
pertanyaannya adalah bagaimana untuk tetap survive, menyeimbangkan 'kewajiban' duniawi dan idealisme. Yah, menurut pengalaman saya, idealisme, cita-cita dllnya itu bisa dijaga dengan yang namanya komunitas. Gak bisa kita punya idealisme sendiri. Yang terindah dari pengalaman masa mahasiswa adalah mengenal orang2 yang sangat berbeda dengan umumnya anak2 itb. Sungguh suatu pengalaman yang mencengangkan, mengenal kebiasaan2, kepercayaan2 yang berbeda yang menjungkirbalikan semua yang pernah dipercaya. yap, sepertinya saya cukup beruntung untuk masih punya komunitas di jakarta yang mengerikan ini, so pulag kerja masih bisa berpikir hal lain di luar logika kapitalisme di kantor. hehehe sori kalau gak nyambung, maklum lagi bangkit dari patah hati.

salam,
susan

Comments

Popular posts from this blog

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...

Cause we both know that expectation kills ...

A friend said, "You are going nowhere, until any of you have the guts to talk about what kind of relationship it is. Even if you both only want companionship, it should be discussed to avoid misunderstanding.Then it's just the matter of time until you both get exhausted." Too bad, I don't have the courage.