Tadi ada email yang bagus dari temanku. Sangat berkesan, makanya aku tulis di sini.
untuk semuanya.
kesuntukan, beban kerja yang gak jelas untuk apa & untuk siapa, idealisme yang dulu membara dan sekarang tak bermuara, jodoh yang gak jelas ke mana (hehehehehe......), kekecewaan dengan dunia nyata yang tak seindah dunia mahasiswa, semestinya sih itu pernah melanda semua manusia normal.
pertanyaannya adalah bagaimana untuk tetap survive, menyeimbangkan 'kewajiban' duniawi dan idealisme. Yah, menurut pengalaman saya, idealisme, cita-cita dllnya itu bisa dijaga dengan yang namanya komunitas. Gak bisa kita punya idealisme sendiri. Yang terindah dari pengalaman masa mahasiswa adalah mengenal orang2 yang sangat berbeda dengan umumnya anak2 itb. Sungguh suatu pengalaman yang mencengangkan, mengenal kebiasaan2, kepercayaan2 yang berbeda yang menjungkirbalikan semua yang pernah dipercaya. yap, sepertinya saya cukup beruntung untuk masih punya komunitas di jakarta yang mengerikan ini, so pulag kerja masih bisa berpikir hal lain di luar logika kapitalisme di kantor. hehehe sori kalau gak nyambung, maklum lagi bangkit dari patah hati.
salam,
susan
untuk semuanya.
kesuntukan, beban kerja yang gak jelas untuk apa & untuk siapa, idealisme yang dulu membara dan sekarang tak bermuara, jodoh yang gak jelas ke mana (hehehehehe......), kekecewaan dengan dunia nyata yang tak seindah dunia mahasiswa, semestinya sih itu pernah melanda semua manusia normal.
pertanyaannya adalah bagaimana untuk tetap survive, menyeimbangkan 'kewajiban' duniawi dan idealisme. Yah, menurut pengalaman saya, idealisme, cita-cita dllnya itu bisa dijaga dengan yang namanya komunitas. Gak bisa kita punya idealisme sendiri. Yang terindah dari pengalaman masa mahasiswa adalah mengenal orang2 yang sangat berbeda dengan umumnya anak2 itb. Sungguh suatu pengalaman yang mencengangkan, mengenal kebiasaan2, kepercayaan2 yang berbeda yang menjungkirbalikan semua yang pernah dipercaya. yap, sepertinya saya cukup beruntung untuk masih punya komunitas di jakarta yang mengerikan ini, so pulag kerja masih bisa berpikir hal lain di luar logika kapitalisme di kantor. hehehe sori kalau gak nyambung, maklum lagi bangkit dari patah hati.
salam,
susan
Comments