Skip to main content

Desert Flower

Senin kemarin aku diajak temenku ke Aksara Book Store - disuruh jadi nyamuk :( Ngubek-ubek bentar, lalu nemu buku ini. Judul bukunya menarik, Desert Flower, dan setelah dibaca, sumpah, isinya menarik banget.

Buku ini bercerita tentang kehidupan seorang model asal Somalia bernama Waris Dirie - the name that means "Desert Flower". Waris was born as a girl in tribal nomad desert in Somalia. Yang terbayang kalau ngomongin Somalia adalah kekeringan dan kelaparan. Gambaran yang enggak jauh berbeda diberikan oleh Waris. Sebagai suku nomaden, mereka selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari air. Air adalah sebuah anugrah dan festival dalam kehidupan mereka. Perayaan yang paling menyenangkan bagi mereka adalah ketika turun hujan, dan mereka bisa bermain air sepuasnya.

Dari terlahir sebagai seorang gadis gurun di Somalia, sekarang Waris adalah seorang model terkenal. Ketika umur 13 tahun, ayahnya bermaksud menikahkan nya dengan seorang pria tua berumur 60 tahun, dengan mas kawin 5 ekor unta !!! Hal itu membuat dia berontak, dan melarikan diri dari rumah.

Perjuangan seseorang untuk mencapai kehidupan yang lebih baik memang selalu menarik untuk dibaca. Apalagi kalau itu kisah seorang cewek *apa coba, gender banget ... hehehe ...* Tapi emang, sejak waktu kecil mama ngasih aku serial Little House yang bercerita tentang Laura Ingalsh, aku selalu suka cerita2 tentang perjuangan hidup seseorang. Menyenangkan, kayak berpetualang jadi si tokoh :) ...

Itu juga yang bikin aku betah baca biografi ini ... Sayangnya lagi bokek, dan ketika temenku ngajakin pulang, aku baru baca separuhnya, hiks hiks.

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...