Skip to main content

Posts

Showing posts from 2007

Merry Christmas and Happy New Year

I have my Christmas fully blessed. Going to church with my friends, my second family here in the Burgh. Talking to my mom, dad, and my dear brother on the phone, being grateful that everyone is healthy and safe. I should not forget to say my prayer to thank Him for my graduation, and don't forget to mention the job that I just got (although not in Jakarta :). I can't complain You no more, too many blessed for me along this year. So hopefully I can do better next year, not just for myself but hopefully for others. There are some hope that I silently whisper in my pray, but no matter how everything will turn out, I will try to believe You more. I know it's going to be hard, but a long journey should be started with one single step. How about you guys? Hope that you have the merriest Christmas as I have. Merry Christmas and Happy New Year 08!

Where are we going?

Let's see following list and can somebody tell me where are we going? Indonesia oh Indonesia ... 1. Lapindo mud flood, how are you? Are you already forgotten by other newer issues? 2. First gold medal after the 10th day of SEA Games? Indonesia must be kidding! We forget long term training and competition, substitute them with instant solutions, and now we get the results. 3. Being the host of Climate Change Conference is definitely a plus, US is indeed the number 1 carbon dioxide producer, yet Jakarta sky is getting darker and darker due to pollution. 4. Floods in Jakarta happened to be a 5-years cycle, but currently have been yearly events. What have we done to avoid that? Nothing 5. After Indonesian flights are banned by European Union due to lack of safety and security standards, still we have long list of newer accidents : components fail from airplane, fire in airport, and a man with mental-illness successfully entered plane without ticket! 6. The average number of writing as...

One more week, and I will be done

Hang in there Mita, hang in there! That's what I am trying to say to myself. It's only one more week to go, and I will be D.O.N.E. with schools! Done, done, done. No more class, no more assignment, no more homeworks, not to mention I am going to have additional degree (hahaha, cheesy :p). Degree, well, it's not really a big deal for me. I should admit that I am happy that I have the opportunity to go back to school, meanwhile sometimes I feel that my knowledge is not really enough to have that degree. An old friend asked me one day - "What do you get by getting back to school?" Well, to be honest it's kinda difficult for me to answer it straightly. Of course I get more experiences and opportunities, yet how significant my achievements really are? I see other people with broader knowledge and deeper skills than mine, and some of them are not even go to graduate school. Make me kinda small sometime :) Anyway, I am still so happy that I will be done soon. It...

Posting iseng

Well, it's been a while, and every time I tried to write something, I was lost. So, let's try with something simple :) Every time I go to St Paul Cathedral for a mass, I always feel something is really different from mass in Indonesia. Can you guess what it is? In Indonesia, many people come late, interrupt the mass by their obvious coming. But after the mass ended, they're not in a hurry to leave. People usually take sometime to do their personal prayer, either on their seat or light candles in front of statues. In United States, almost nobody come late. However, they line up to leave right after the closing song is ended. Almost no body has personal prayer after mass. If you have a minute prayer after mass, the church will be almost empty at the time you open your eyes. Anyway, just a simple-nonsense observation :)

Lagi-lagi pilihan

Sekali lagi, pilihan ada di depan saya. Dan saya merasa bahwa saya benar-benar sendirian. I am on my own. Orang tua dan keluarga saya ada ribuan kilometer di belahan dunia yang lain. Suami/pacar saya nggak punya. Sahabat, ya, ada beberapa sahabat saya. Tapi somehow saya merasa sendirian dalam membuat keputusan. Dan saya takut. Ingin rasanya pulang ke rumah, merebahkan badan ke kasur yang empuk dan terbangun karena obrolan-obrolan orang tua saya di ruang tengah. Ingin rasanya saya bisa pulang, menghirup secangkir kopi bersama adik dan sepupu-sepupu saya, bertukar pikiran tentang semua konsekuensi dari pilihan yang harus saya ambil. Ingin rasanya melarikan diri ke gereja Kotabaru. Walaupun hanya duduk diam, memohon restu pada Dia yang memberi saya hidup. Tapi toh semua cuma keinginan :) Keputusan saya lah yang membawa saya kemari, sendiri menjejakkan kaki di kota ini. Jadi, ini adalah konsekuensi dari pilihan saya sebelumnya. Tuhan, saya cuma minta supaya Engkau menjaga saya. Supaya saya...

Seorang laki-laki dalam sepi

Namanya Ben, seorang pria 50 tahunan yang tinggal segedung denganku. Penampilannya agak nyentrik dan berbeda - pirang, agak bungkuk, dan terkesan kurang sehat. Aku sering bertemu dengannya di lobby apartment, sekedar say "hi". Dia biasanya mengajak ngobrol orang2 yang bertemu dengannya. Aku tak pernah melihatnya bersama orang lain. Tampaknya dia hidup sendiri dan tidak memiliki banyak teman. Beberapa hari yang lalu, aku dan temanku baru saja pulang, ketika kami bertemu dengannya di lobby. Dia duduk di sofa, wajahnya lebih pucat dari biasanya. Dia berusaha mengajak kami mengobrol, tapi apa yang diucapkannya lebih mirip gumaman tak jelas. Dia berkata bahwa dia baru saja pulang dari rumah sakit karena ia jatuh tak sadar di apartmentnya. Dia berkata dia perlu menyeberang jalan untuk pergi ke convenience store, tapi dia kuatir bahwa dia akan jatuh. Bahkan untuk berdiri dari sofa pun dia gemetaran. Akhirnya teman saya menemaninya kembali ke apartment, karena kami khawatir dia akan ...

Whatsup lately?

Not much :) Tapi omong2 gw lama nggak nulis. Nah, gw cerita aja tentang 2 "anak" gw. Sejak gw pindah ke Centre Ave, gw jadi "single mother" dengan 2 "anak" :p, si kurus dan si gemuk. Resminya mereka adalah temen2 kerja gw, sesama anak Informatika ITB yang terdampar di Pittsburgh. Si sulung alias si kurus tidak terlalu merepotkan. Mungkin dia tidak terlalu merepotkan karena tidak suka makan ya :p Saking kurusnya, dulu gw lebih kenal nama panggilan dia "skeleton" dibanding nama aslinya :p *piss man :p*. Si kurus ini sukanya programming dan nyela gw (baca: melakukan mental abuse terhadap seniornya ini) sebagai balas dendam karena dulu gw katanya senior paling kejam waktu nge-os dia. Si kurus ini lumayan pinter masak, jadi kalo lagi males masak gw bisa nodong masakannya. Tapi ati2 kalo masak di depan dia, gak perfect dikit aja, dia bisa ngomel2 panjang lebar. Capeee deh :p Nah, yang nomer dua alias si gendut ini, yang bikin gara2 dan bikin panggilan ...

God believer

Rasanya gw berhutang sama seorang teman. Sekian lama saling menghilang, tiba2 ia muncul di dunia maya dan memberi testimony yang terlalu tinggi buat saya. He called me a true good believer. Oh man, I suddenly got a guilty feeling when I read his testimony. Hidup gw kayak roller coaster. Kadang di atas, saat gw merasa bisa melakukan apa pun yang gw mau, abis itu terjun bebas dan gw gak bisa ngapa2in, cuman njerit dan berharap semua segera berubah. Di roller coaster itu, kita nggak bisa ngapa2in selain percaya bahwa semuanya berjalan dengan baik dan nggak ada yang salah, thus kita akan baik2 aja. Yang bikin gw guilty feeling, gw ngerasa hidup gw jauh dari gambaran yang diberikan temen gw, terutama belakangan ini. Gw apatis, gw sering maki2 Tuhan. Gw - b u k a n - a true God believer. Tadi gw baca e-mail dari seorang kawan, dia bilang gini tentang katolikisme - Harus kuat dalam religiositas, berwawasan luas, pinter berargumen (nulis, etc), dan tidak boleh tinggal dalam menara gading. Gw ...

Just bla bla bla ...

People come and you in our life. Sometimes they walk together with us for a long time, sometimes they just meet us in a single junction. They bring a lot of flavor in our life, from happiness to sadness, from emptiness to joy. No matter what flavor they bring, there is always lessons and experiences within it. When they leave, the lessons remain. Now I am trying to digest another important lesson.

My brother and I

A souvenir from last holiday. Thanks buat Dik Ilud n Mas Yoyok, finally I have a pic with my younger and only one brother.

Thanks to u guys ...

One of my very best friends sering pake quote ini : "I can accept a failure, everybody fails at something. But I can not accept not trying" . Katanya sih itu quotenya Michael Jordan, hehehe. Kata2 itu yang sering menyemangati gw dari dulu sampe sekarang. Dulu, waktu masih di Jkt, saya paling sering ngerepoti sobat yang satu ini. Bukan masalah anter jemput lho ya (gw super mandiri buat urusan itu ;)), tapi he is always be a recycle bin buat semua masalah, mulai dari yang penting dan menyangkut masa depan :p, sampe masalah2 super nggak penting kayak fling2 sama cowok2 yang sering nggak disetujui olehnya, hehehe. I should admit that dalam masalah mellow yellow, saya nggak semandiri dalam urusan belajar, karir, atau kelayapan ke segala penjuru Jakarta ;) Waktu pindah ke US, salah satu kehilangan terbesar adalah susah ngontak dia (dan juga beberapa temen laen) kalo butuh curhat2 yang nggak penting. Untunglah ada 2 sahabat yang laen yang kebetulan sama2 pindah ke US, lumayan ada ...
Dan waktu itu pun lewat ... Hilang tak berbekas ... Hanya meninggalkan jejak samar ... Tak berbayang ... For the little happy warm feeling you left in my heart

Phone interview

Kemarin saya phone interview dalam rangka job hunting. Phone interview adalah hal yang baru bagi saya. Metode rekrutmen ini baru saya ketahui setelah saya di US. Waktu di Jakarta dulu, kalau job hunting ya selalu on-site interview. Malahan dulu pernah waktu saya interview di sebuah instansi pemerintah, ada teman sesama kandidat yang bela-belain datang dari Singapura ke Jakarta untuk interview, dan itu tidak cuma sekali :)! Berbeda dengan jika kita berhadapan langsung dengan interviewer, menurut saya phone interview itu "unik". Kita dituntut untuk bisa memberi penjelasan verbal yang mudah dipahami oleh si interviewer yang ada di ujung telpon di sana, semata-mata verbal, karena tentu saja kita tidak bisa menggunakan ekspresi muka, gerakan tangan, atau membuat diagram :) To my experience, rasanya seperti kalau kamu harus membantu seorang klien yang bermasalah yang menghubungi kita melalui telepon. Nah, karena sifatnya yang unik itu, saya pribadi merasa perlu persiapan khusus ka...

Pindahan

Gw pindah apartment, dari kawasan Squirrell Hill yang tenang-cozy ke Centre Ave yang relatif lebih hiruk pikuk and not so cozy, tapi gw nggak perlu jalan 4 sampai 5 blok untuk ke halte bus. Apartment gw yang baru lebih layak disebut sebagai "kamar kost", but in general cukup nyaman buat gw. Sebuah kamar berukuran 3.5m x 3.5m plus kamar mandi dalam. Tidak ada dapur terpisah, tapi sebagai gantinya ada microwave, tempat cuci piring, dan meja kecil yang (moga2) cukup untuk meletakkan kompor listrik kecil :D Nggak jauh beda lah dari kost lama gw di Setiabudi, hehehe. Nggak ada AC kayak di apartment lama, jadi sekarang gw harus puas dengan kipas angin yang berputar-putar di langit-langit kamar gw. Nggak ada internet dan tv cable lagi, gw harus puas dengan wireless gratisan dari apartment dan tv local. Itung2 ngebiasain diri hidup sederhana (karena terpaksa) dan mengeluarkan kreativitas2 gw seperti - gimana caranya gw bisa konek internet dengan wireless gratisan yang on and off itu...

Back to Pittsburgh: Craving Indonesian Food

Setelah hampir 3 minggu lamanya menjadi budak perut, bangun dengan mata mengantuk lalu membuka tudung saji, makan minimal 3x sehari (kadang bisa sampe 4 atau 5x :p), dan tidak berhenti ngemil, dan tidur dengan perasaan bersalah karena kekenyangan, sekarang saatnya back to reality! Bahwasanya liburan adalah liburan, dan 3 minggu di rumah adalah surga, dan Indonesian food is the best. Tapi kenyataan berbicara lain sekarang, hehehe. Kembali ke Pittsburgh berarti kembali ke kenyataan bahwa kalau mau makan ya harus masak dulu (nggak sekedar buka tudung saji), berharap makan gurame goreng, bakar manis, atau acar kuning adalah mimpi di siang bolong, dan masakan yang paling mirip dengan masakan di indo adalah java fried rice nya Spice Island. Guess what, nasi goreng yang selama ini saya santap dengan penuh semangat itu pun sekarang berasa tidak karuan (buktinya sudah 3 hari masih bersisa di kulkas). Walah .... Ya ya ya, inilah sindroma orang yang baru pulang kampung. Craving makanan rumah. Mul...

Resensi Buku : Christ The Lord: Out of Egypt

Judul Asli & Terjemahan : Christ The Lord: Out of Egypt / Kristus Tuhan : Meninggalkan Mesir Pengarang : Anne Rice Penerbit : Gramedia, 2006 Tebal : 387 halaman Gw secara tidak sengaja memilih buku ini menjadi bacaan gw selama liburan di rumah. Buku ini pertama kali disodorkan oleh bokap gw, yang memang demen membaca – termasuk membaca buku-buku bacaan rohani. Reaksi pertama gw: males. Gw sedang tidak tertarik membaca bacaan rohani (baca: berat). Akhirnya buku ini gw baca juga waktu mulai kehabisan bacaan dan bosan makan tidur di rumah :p. Tidak seperti prasangka gw semula, buku ini sangat menghibur, jauh dari kesan berat dan menggurui. Konon menurut Kitab Suci, kelahiran Yesus telah diramalkan oleh para nabi melalui kisah-kisah Perjanjian Lama. Nabi Yesaya dalam kitabnya berkata: “Seorang anak telah lahir untuk kita. Lambang pemerintahan ada di bahunya. Dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, raja damai.” Kelahiran Yesus di Bethlehem a...

Home - Chris Daughtry

Been lazy these days, but wanna sing a song :) Yeah, I'm going home. I'm staring out into the night, Trying to hide the pain. I'm going to the place where love And feeling good don't ever cost a thing. And the pain you feel's a different kind of pain. I'm going home, Back to the place where I belong, And where your love has always been enough for me. I'm not running from. No, I think you got me all wrong. I don't regret this life I chose for me. But these places and these faces are getting old So I'm going home. Well I'm going home. The miles are getting longer, it seems, The closer I get to you. I've not always been the best man or friend for you. But your love, remains true. And I don't know why. You always seem to give me another try. So I'm going home, Back to the place where I belong, And where your love has always been enough for me. I'm not running from. No, I think you got me all wrong. I don't regret this life I chose...

Apology

I was one a devout Catholic. I am still Catholic, but not sure that I am still a devout one. I was grown up in Catholic communities, started my education in a Catholic school, befriends with lots of Catholic friends. I had all my faith in Catholic, and I still do, though I am not sure I am a strong one. I admire Ignatius Loyola and his Jesuits. With different approach, they 'conquered' the world. That's why one day I posted this text - Prinsip dan Dasar . That's why I would like to share it, because I think the message is universal, not merely for Catholics or Christians. But I might be wrong. Maybe I should not. So, if anyone get offended, please accept my apology.

Heaven or Hell

What a provocative brochure! Even more when you read the first sentence: Are you going to heaven or to hell? A friend of mine got this brochure a couple days ago, he brought it to office and give it to me. When I first saw this brochure, I could not understand that some people even in this country still do that kind of things, try to persuade others to join their religious community with that approach. I forgot this brochure until today I click CNN website and found this interview - the inhuman illogical explanation from Abu Dujana, one of the recently captured Jamaah Islamiyah activist in Indonesia. With his continuing smile during the interview, he coldly explain why westerners became legitimate targets merely because they are affiliated to some countries that from his point of view are the enemies of Moslem. He didn't have a single bit of sympathy for the victims of terorism in 911 attacks, yet he is willing to sacrifise his own family for the sake of building the Moslem Syaria...

Daniel Bedingfield - If you're not the one

Nyanyi yook :) f you're not the one then why does my soul feel glad today? If you're not the one then why does my hand fit yours this way? If you are not mine then why does your heart return my call If you are not mine would I have the strength to stand at all I never know what the future brings But I know you are here with me now We'll make it through And I hope you are the one I share my life with I don't want to run away but I can't take it, I don't understand If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am? Is there any way that I can stay in your arms? If I don't need you then why am I crying on my bed? If I don't need you then why does your name resound in my head? If you're not for me then why does this distance maim my life? If you're not for me then why do I dream of you as my wife? I don't know why you're so far away But I know that this much is true We'll make it through And I hope you are the one I sha...

Mau jadi apa kalo udah besar?

25 tahun yang lalu ... alias umur 4 taun Mau jadi apa kalau udah besar? Jadi dokter. Jadi bintang film. *maluuuuu banget pernah jawab begini, hahahaha :p* Mau sekolah ke Prancis, biar kayak Papa! 15 tahun yang lalu - abege Pengen sekolah di luar negeri. Sekolah apa? Nggak tau, hehehe ... Tahun 2000 itu kayaknya masih jauh. Aku pasti dah jadi wanita dewasa, penampilan OK, wanita karier, hahaha. 11 tahun yang lalu - kelas 3 SMA Mau sekolah ke Bandung! Kalau di Jogja kesannya ndompleng Mama Papa. Mau masuk IF (red: informatika), karena temen gw aja berani, masak gw gak bisa *alasan paling geuleuh kalo sekarang inget :p* 7 tahun yang lalu - fresh graduate Di Bandung - ternyata cita2 sekolah ke Bandung kesampean. Heh, gw masih aja kucel pake jeans, nggak kayak bayangan gw waktu kecil, hahaha. Mau jadi apa? Nggak tau, yang penting dapet kerja yang bagus! Mau sekolah lagi! Mau sekolah apa? Pokoknya sekolah lagi, jalan2 ke luar negeri :D 2 tahun yang lalu Yey, gw keterima di US. Cita2 masa k...

Talking bla bla bla

I think I really should start to write in English, although the taste will not be the same as if I write in Bahasa. Otherwise my English will not improving much :D *Walah, sadarnya baru setelah hampir 2 taun di US :p) Last week a hang out with friends of mine, starting with hang out in coffee shop, three of us was barely talking to each other since I faced our own laptop, doing our works. It ended up with a nice dinner in my friend's house. Since the weather was very nice, my friend setup a table in herbackyard, then we had dinner. As usual, after so many topics, we talked about relationship. We talked about our histories, how we faced it at that time, and how we see it differently now. It's amazing to see how most of us are blind when we were in an unhealthy relationship. We throw ourselves for our partner, doing anything to please him/her, and even sacrifise ourselves, and feeling pleased to do those (now I call them :)) stupid stuffs. It's funny yet stupid to see how we ...

Kopi, kopi, kopi

Semenjak kerja di Jakarta, saya jadi doyan ngopi. Kebiasaan itu menjadi-jadi setelah di Pittsburgh. Kalau pagi-pagi nggak ngopi, rasanya mata nggak bisa terbuka lebar, ngantuk seharian. Hari yang paling menyiksa adalah Jumat, karena Jumat berarti meeting di pagi hari di luar kantor, bangun terburu-buru, tidak boleh ketinggalan bis yang datang cuma setengah jam sekali, dan biasanya, nggak sempat ngopi. Saking senengnya ngopi, waktu acara tukar kado waktu Natal taun lalu pun, saya bahagiaaa sekali karena dapat gift card $25 di Starbucks *hihihi, nggak penting banget ya :p*. Hadiah gift card dari teman2 sekantor waktu ultah pun nggak jauh2, again, another Starbucks gift card, hehehe. Tapi bukan berarti saya Starbucks mania lho ... Waktu di Jakarta, favorit saya adalah nescafe three in one. Sore2 kita mata mulai merem melek, saya tinggal ke pantry buat bikin kopi. Sekarang pun, saya benar2 berusaha menghindari ketergantungan pergi ke gerai kopi. Mahal bo. Jadi sebisa mungkin, pagi2 saya bi...

Mari-mari, beramai-ramai kita mulai berempati

"Mbak, aku pusing. Ditanya-tanyain melulu kapan punya anak, jadi stress." "Udah, jangan stress. Cuekin ajah, kalau dipikirin tambah stress. Kalau kata temenku, dasar orang Indonesia. Emang kalau ditanyain kapan punya anak bisa bikin jadi hamil :p" "Hehehe,tapi tetep aja sih, stress. Pernah nggak Mbak capek ditanya-tanya sama orang rumah?" "Lha, kamu kan tau sendiri. Mana pacarnya, kapan nikah." "Trus gimana dong Mbak?" "Ya nggak bisa diapa2in. Makanya aku ngabur ke Amerika aja, hihihi." "Tapi Mbak, soal nikah kan emang nggak bisa dipaksain." "Nah, apa bedanya sama punya anak. Kan itu juga diluar kendali kamu, wong kamunya juga udah usaha. Tapi belum dikasih, mau diapain. Sama aja toh?" "Iya sih ... hiks hiks, aku jadi males mudik, ditanya-tanyain melulu." "Seriously, nggak usah ditanggapin. Tiap orang punya rejekinya sendiri-sendiri. Kalau kamu belum punya anak, it doesn't make you worse ...

Cause we both know that expectation kills ...

A friend said, "You are going nowhere, until any of you have the guts to talk about what kind of relationship it is. Even if you both only want companionship, it should be discussed to avoid misunderstanding.Then it's just the matter of time until you both get exhausted." Too bad, I don't have the courage.

Just another fool wish

It's just another fool wish. That we're seven or ten years younger than now. Why? So we have plenty of time to have fun, without worrying about the future, no need to think about lots of stuff ahead of us. Again, it's really just a fool wish. Because all we have is today. Not even seven or ten years before now, yesterday is already gone. And will we have time tomorrow? We never know. If only we can play with the time, freezing the time so there is no yesterday nor tomorrow.

Gegar budaya

Gara2 baca artikel ini saya jadi inget seorang temen nun jauh di sana yang bangga banget dengan identitasnya dari suku tertentu :D. Dia berbeda 180 derajat dari saya yang nggak peduli banget dengan identitas gw yang tidak jelas ini - setengah jawa setengah cina - ngomong Cina gak bisa ngomong Jawa belepotan, hahaha. Lahir di tengah2 clash budaya, saya memang tidak punya ketertarikan khusus terhadap budaya suku tertentu. Bagi saya, upacara-upacara adat adalah serentetan seremoni yang cenderung membosankan. Bahkan dalam bergaul sekalipiun, saya merasa canggung berada di lingkungan yang Jawa sekali atau Cina sekali, tidak berminat memacari laki2 yang Jawa sekali atau Cina sekali, dan lebih suka bergaul dengan anak2 perantauan yang relatif tidak punya budaya yang kental. Singkatnya, saya gegar budaya :) Ketertarikan dan kepedulian saya tentang adat istiadat leluhur baru muncul belakangan. Itupun lebih pada kepedulian secara pasif semata. Dari teman2 saya belajar. Contohnya adalah bapak i...

Going home is priceless

"Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahaja ' ... kLa Project - Yogyakarta Coz I miss my motherland so much, I am thinking about going home this summer. I've been missing a lot of things. My parents and grandma at home, my cousins weddings (twice in a row) & another cousin's engagement, my nieces precences, my brother's new motorbike, my best friend's baby. I also miss Mal Ambasador's food court, Agggh, I've been away too long. Would it come for real? Going home for summer? Still thinking and rethinking about it. Going home, not going, going home, not going. Yes I know it's priceless. Mama, I am coming home. *stt, jangan bilang2 dulu deh sama mama, hahaha*

Summer tlah tiba!

Waktu tinggal di Jakarta, rasanya tidak ada yang spesial dengan matahari yang bersinar cerah, toh hampir tiap hari selalu kayak gitu. Sinar matahari baru terasa berharga setelah saya pindah ke Pittsburgh yang musim dinginnya kadang2 terlalu j*hanam ini :p, hihihi (maaf ya Tuhan, bukan nyumpahin kok, cuma ekspresif saja :p). Masak April masih bersalju, dih, yang bener aja, hehehe. Tapi akhirnya, sunshine telah datang di Pittsburgh. Selamat datang summer! Weekend kemarin benar2 weekend yang sangat-sangat cerah. Dua hari berturut2 Pittsburgh dihiasi langit yang biru (yang mungkin cuma 5 hari dalam setahun), udara yang hangat, dan bunga-bunga tulip yang mulai bermekaran. Horeee !!! Tentu saja semua bersukaria. Jumat kemarin masih dingin buat ukuran saya. Tapi saking senangnya, bule-bule itu langsung heboh mengganti pakaian musim dinginnya dengan celana pendek, kaus buntung, dan sandal jepit. Hari Sabtu, dengan semangat 45 saya bangun pagi, dan langsung keluar rumah karena udara cerah. Hmmm...

Happy Easter!

For those of you who celebrate it, happy easter! Christians believe that Easter is the time when God defeat evil and death because Jesus is risen. He sacrifies himself for us, gave up his life in a cross, and was humiliated as a sinner although he didn't do anything wrong. I am no good in talking about the religion, yet I believe that it is a universal message, not only for Christians, but for all of us who believe in kindness. That love, kindness, will eventualy defeat hatred.

Tanpa judul

Ada tangan yang ingin kugapai di tengah kekosongan. Ada perasaan menggelegak yang telah lama terlupa. Ada senyum yang mengembang perlahan di sudut bibirnya. Namun berusaha menggapainya bagaikan menggapai ketiadaan. Mengisi hati dengan harapan sama saja dengan merancang jejak luka. Pun jika bersambut dapatkah kita saling menggenggam? *Maaf, tidak menerima comment untuk posting ini, hehehe*

Which one you regret most?

These days, things happen not as expected. My plan was crashed to zero point. I need to figure out what I need to do after this. A long talk with my friend yesterday made me think hard about what I want, what I pursue, and expectation from people around us, in this case my parents. He said that we should try to balance of what we want and what they want. As long as they still alive, we need to accomodate their expectations as well. Those words stabbed in my heart. Looking back, have I tried to accomodate their expectations, or merely pursuing what I want? What if their expectations oppose mine? Should I follow them because they are my parents? Should I not consider them because it's my own life? I am puzzled, and need sometime to reflect it, yet I have no idea to do. This morning, I chat with another best friend, to whom I usually share dreams and problems. And she gave me a very good suggestion. Although I haven't yet found the answer, I think her approach helps a lot. She sai...

Jomblo dan nostalgia tentang Bandung :D

Teh Yanti benar, makin tua, emang kita demennya nostalgia :p. Kalau si teteh lagi bernostalgia tentang kuliah di Eropa, saya justru lagi demen bernostalgia tentang Bandung, gara2 habis nonton film Jomblo. *eh, omong2 saya lupa, naroh VCD nya di mana :(* Saya baca novel karangan Aditya ini beberapa tahun yang lalu waktu masih di Jakarta. Tapi rupanya setelah di Pittsburgh, film yang diadaptasi dari novel yang sama ini bikin saya lebih ngakak nangis2 karena kangen sama Bandung, hehehe. Sebenernya nggak ada yang terlalu istimewa dari film ini. Ceritanya persis dengan yang di novel, akting pemain2nya juga nggak terlalu istimewa. Tapi mulai dari logat dan settingnya di Universitas Negeri Bandung, di mana populasi konon cuma cewek cuma 7% (udah termasuk kucing betina), bener2 bikin saya kangen. Ada angkot kuning putih nya Panghegar - Dipati Ukur yang dulu sering banget jadi andalan saya, penjual gorengan yang nongkrong di depan Gerbang Ganesha, dan kelakuan-kelakuan para cowok waktu ngejar ...

Way back into love

by : Hugh Grant and Haley Bennett I’ve been living with a shadow overhead I’ve been sleeping with a cloud above my bed I’ve been lonely for so long Trapped in the past, I just can’t seem to move on I’ve been hiding all my hopes and dreams away Just in case I ever need em again someday I’ve been setting aside time To clear a little space in the corners of my mind All I want to do is find a way back into love I can’t make it through without a way back into love Oh oh oh I’ve been watching but the stars refuse to shine I’ve been searching but I just don’t see the signs I know that it’s out there There’s got to be something for my soul somewhere I’ve been looking for someone to shed some light Not just somebody just to get me throught the night I could use some direction And I’m open to your suggestions All I want to do is find a way back into love I can’t make it through without a way back into love And if I open my heart again I guess I’m hoping you’ll be there for me in the end There ar...

A little thought about career service

*Dodol, dah dateng pagi2, belum jadi meeting. Daripada nganggur mending ngeblog dulu, hehehe* Enaknya sekolah di negeri orang (baca: di US), dibandingin di negeri sendiri (baca: universitas negeri), adalah resources yang melimpah. Koneksi internet? Cepet banget, malah bisa buat download film juga, hehehe. Perpustakaan? Nyaman dan menyenangkan buat belajar. Buku, gampang dicari ... Bener2 abundant resources yang (kalau digunakan dengan benar) sangat mendukung proses belajar. No wonder lah, ini negara kaya yang punya duit untuk bikin infrastruktur yang bagus. Sementara di negara kita, berapa persen sih anggaran pendidikan di APBN? Gak usah lah jauh-jauh ngomongin APBN buat pendidikan, bayar utang aja kita masih terseok-seok. Tapi apakah kita kalah dari mereka cuma karena kita nggak punya duit? Well, I don't think so. Banyak hal yang bisa disediakan tanpa dana yang melimpah. Sejak sekitar sebulan yang lalu saya mulai sibuk job hunting lagi, kali ini buat summer internship. Panggilan ...

Tentang menjaga kesehatan

Saya baru saja menerima hasil medical check up, sesuatu yang jarang saya lakukan selama bertahun-tahun. Tapi sekarang mumpung cuma 5 dollar, kenapa tidak dimanfaatkan ;) ? Mencoba membaca angka2 itu, tiba-tiba mata saya tertuju pada satu kata yang familiar. Cholesterol. 207. Normal range Hmm, mencoba mencari berbagai pembenaran dan alasan (hehehe), akhirnya saya menyerah dan mengakui bahwa gaya hidup saya belakangan memang kurang sehat, dan harus diubah. Jarang makan sayur dengan alasan susah nyimpen sayur di kulkas dan susah ngabisinnya (masak buat seorang diri itu tantangan booo), suka abusive kalau keluar makan waktu weekend, dan tidak berolahraga secara teratur. Lengkap sudah. Duh, tiba-tiba saya jadi teringat porsi burger dan fries yang saya habiskan di Hemmingway semalam :(. Bayangkan, jam 9 malam, makan burger dan fries. Kelar dah. Saya memang penikmat makanan enak, malah cenderung picky dan rewel kalau berhadapan dengan makanan yang tidak enak :p. Kepindahan saya dari Jkt ke Pi...

Jelang 30, pusing

Akhirnya fase yang dialami banyak perempuan lain itu pun saya alami. Fase menjelang 30, yang penuh dengan hal-hal menjengkelkan seputar ayo-dong-kenalkan-pasangan-kamu, kapan-menikah, sudah-saatnya-kamu-berpikir-untuk-berumahtangga, dan seterusnya, dan seterusnya ... Sebenarnya ini bukan barang baru bagi saya. Semenjak umur saya memasuki angka 25, pertanyaan-pertanyaan ini sudah mulai terlontar dari mulut tante, om, nenek, kakek. Tapi saya memilih untuk tertawa-tawa, lalu akhirnya hengkang dari Jakarta. Selamat. Untuk sementara saya terbebas dari pertanyaan-pertanyaan itu karena mereka jadi lebih tertarik dengan rencana saya melanjutkan studi, jalan-jalan di negeri orang. Tapi tadi malam bola salju itu menggelinding, membesar, dan membuat saya pusing ketika ia menabrak saya. Bagi saya, memiliki keluarga adalah anugerah. It's precious when you find someone who is willing to spend the rest of his/her life with you. Tapi toh hidup yang relatif mulus tanpa lika-liku hanya diberikan unt...

Dibuang sayang :D

Hasil liburan akhir taun. No complex ceremony, no hectic party. Anything is possible in Vegas :p Dare to try? Huahahaha.

Oakland

I'm reading a book, titled "On Writing Well", by William Zinsser. Thanks to Deweu, my college best friend who gave me this book. This book is really good, yet I need to struggle to finish it :D One of its sections that interests me most is the one that discussed about how to write about a place. As a practise, I want to write about Oakland, the area where University of Pittsburgh resides. - picture taken from wikipedia - Visiting Pittsburgh will not be complete without going around Oakland, the home of University of Pittsburgh's buildings, with Cathedral of Learning stands tall and proud as its landmark. As the tallest building in Oakland with its greyish color, cold, and gloomy, it attracks every eye to look at its gigantic shape, that no wonderly becomes a home for 26,000 Pitt's students. Fortunately the park around the building is full of big trees, at least it makes the face of the building a lot nicer and friendlier. However, different than the cold and gloom...

Saya rindu dinginnya Pittsburgh's winter

Silakan tertawa terbahak-bahak membaca judul posting ini :p, karena saya terkenal sebagai salah satu pembenci musim dingin :D Dingin adalah salah satu musuh saya. Di saat orang lain berpendapat bahwa suhu udara sangat sejuk dan nyaman, saya bisa menggigil kedinginan. Sehabis misa minggu biasanya kami ngobrol di depan gereja, sibuk berembug mau lunch di mana. Di situlah biasanya tampang saya berubah menjadi sangat memelas karena kedinginan. Lalu biasanya saya cepat-cepat lari ke mobil Fenny, berusaha meringkuk nyaman di dalam. Ya, itulah saya, si pembenci udara dingin. Tadi Fabian bercerita, bahwa sepuluh atau lima belas tahun yang lalu, bulan Januari di Pittsburgh biasanya dipenuhi dengan salju tebal, setinggi lutut! Fenny pun bercerita bahwa ketika ia datang ke Pittsburgh 7 atau 8 tahun yang lalu, the winter was harsh. Tapi sekarang? Ini adalah winter saya yang kedua. Menurut orang2, winter tahun lalu pun tidak parah, a mild winter. Meskipun demikian saya masih mengalami salju yang cu...

Senyum yang hangat

Kau tahu , senyum yang kulihat malam itu begitu memikat dan hangat. Mungkin es batu yang ada di freezer akan meleleh karenanya. Jadi kubingkai saja saat itu, saat aku melihat senyum itu. Lalu kubawa pulang, dan kuletakkan di jendela kamarku. Supaya ia menghangatkan kamarku yang dingin karena angin winter.